Senin, 11 November 2019


JADI REMAJA TANPA MASALAH

Masa yang paling indah adalah masa remaja, Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja, Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja, Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.

Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
1.      Kecanggungan dalam pergaulan dan keLakuan dalam gerakan.
2.      Ketidak stabilan emosi.
3.      Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4.      Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5.      Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6.      Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7.      Senang bereksperimentasi.
8.      Senang bereksplorasi.
9.      Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10.  Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
 Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami remaja.
1)      Perkembangan Fisiologis  Pertumbuhan fisik akan berjalan dengan cepat sampai  15 tahun untuk perempuan dan 17 tahun untuk laki-laki. Perkembangan fisiologis manusia ditentukan oleh  pola  makan dan lingkungan.  Pertumbuhan fisiologi ( fungsi anggota tubuh ) a. Keseimbangan kelenjar-kelenjar dalam tubuh b.  Pertumbuhan anggota tubuh tertentu sebagai tAnda kematangan sex semakin sempurna c. Kesempurnaan antara tugas anggota tubuh dengan kejiwaan d.  waktu haid semakin teratur Hal-hal yang harus diperhatikan agar fisik remaja tumbuh secara optimal :
a.      Kegiatan olah raga dan jalan kaki b. Membiasakan gerak yang tepat c. Menghilangkan kebiasaan begadang, merokok, dan lain-lain d. Memperhatikan pola makan sehat yang mengandung 4 unsur gizi. e. Menanamkan kebiasan penting dalam pertumbuhan fisik : Pola makan, Pola berolah raga, Pola beristirahat dan tidur, Pola kerja, Pola belajar
2)      Perkembangan Sex Langkah-langkah produksi hormon : Langkah I : Pada awalnya kelenjar thripoid tersembunyi beberapa waktu sebelum manusia mencapai akil baligh. Tugas kelenjar ini adalah menghambat tugas organ reproduksi yang sudah ada semenjak manusia lahir. Langkah II : Dimulai dari otak yang dipengaruhi oleh hypothelamus yang mengeluarkan at yang mempengaruhi kelenjar yang berada di otak. Dari sini akan keluar gonodotropin yang akan mengaktifkan organ reproduksi wanita (ovarium) dan organ reproduksi laki-laki ( testis ). Langkah III : Dengan aktifnya kedua kelenjar ini maka dihasilkan hormon testosteron pada testis laki-laki serta hormon estrogen dan progesteron pada ovarium wanita. Hasrat sex / gejolak sex a. Menghayal / berfikir b. Rangsangan langsung, yaitu dengan jalan melihat, mendengar, menyentuh. c. Rangsangan-rangsangan pada bagian tubuh tertentu TAnda-tAnda kematangan sex pada usia dewasa muda : a. Berkurang / menahan diri dari onani b. Ketergantungan emosional dengan lawan jenis c. Sibuk dengan olah raga dan hiburan d. Munculnya hobi e. Pengarahan akhlak dan agama f. Takut memenuhi kebutuhan biologisnya dengan jalan tidak normal g. Sering mimpi basah
3)      Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh remaja agar dapat menjaga dirinya dengan baik : a.  Agama yang baik b.  Bergaul dengan orang-orang baik c.  Komitmen dengan aturan agama dalam bergaul dengan lawan jenis dan berpakaian. d.  Menghindari pergaulan bebas e.  Jangan berduaan f.  Pengawasan yang cerdas dari orang tua g.  Menjaga pAndangan dengan cara tidak melihat gambar atau film porno h. Puasa i. Menjauhkan hal-hal yang membangkitkan sahwat j.   Menggunakan waktu senggang untuk kegiatan yang bermanfaat k.  Menghindari aktifitas sendirian l.   Menjauhi orang-orang yang rusak

3. Perkembangan Emosi  Tanda-Tanda Kematangan Emosi : Seorang remaja akan mencapai kematangan emosi dengan ditAndai oleh hal-hal berikut : a. Realistis, berbuat sesuai dengan kondisi, mengetahui dan menafsirkan permasalahan tidak hanya dari satu sisi b. Mengetahui mana yang harus didahulukan , mana yang penting dan mana yang tidak  penting c. Mengetahui tujuan jangka panjang, diwujudkan dengan kemampuan mengendalikan kebutuhan demi untuk kepentingan yang lebih penting pada masa yang akan datang d. Menerima tanggung jawab serta menjaganya. Menunaikan tugas dengan teratur, bertindak optimis dalam melaksanakannya dan mampu hidup di bawah aturan-aturan tertentu e. Menerima kegagalan, bisa mensikapi kegagalan dan dewasa dalam menghadapi segala kemungkinan yang tidak menentu guna mencapai sebuah kesuksesan serta terus mencurahkan segala potensi guna mencapai tujuan f. Hubungan emosional seseorang tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri, tetapi mulai memberikan perhatiannya pada orang lain, pencarian yang serius tentang jati diri serta komunitas sebayanya g. Bertahap dalam memberikan reaksi ( mengendalikan emosi) yaitu mampu mengendalikan  diri serta kondisi kejiwaan sedang memuncak h. Kepekaan sosial dan perhatian terhadap nilai-nilai diwujudkan dengan kemampuan mengendalikan perangai disesuaikan dengan nilai dan kondisi sosial yang bisa diterima baik itu yang bersifat akhlaq, agama, adat
Hal-hal yang menghambat proses kematangan emosional : a. Terjadinya irisan antar jenjang - Masa remaja yang panjang yang mengambil masa kecil dan melampaui masa dewasa - Remaja yang bimbang antara masa anak-anak dan remaja - Remaja yang nampak padanya ciri-ciri kekanak-kanakan dan berusaha untuk bersikap      sebagaimana orang tua sebab : (a) Kebingungan pada orang tua bagaimana dia harus memperlakukannya, apakah diperlakukan  seperti anak-anak atau dewasa (b) Kebingungan dalam memahami jati dirinya, apakah dia masih anak atau sudah dewasa b. himpitan yang terlalu dini c. Kurang mendapat kasih sayang sejak kecil, akibatnya timbul perasaan takut gagal d. Kurang pengalaman e. Pergolakan dalam jiwa ( contoh : nilai/norma masyarakat>< kenyataan ) f. Alasan membela diri.
4.  Perkembangan Intelektual Pada jenjang ini perkembangan akal intelektual mencapai tingkatan konsolidasi dan kemapanan dengan mengambil bentuk sebagai berikut : a. Mulai berfikir tenang alternatif  Pada awal usia remaja belum berfikir tentang alternatif, remaja tidak mau berpikir ketika sudah mendapatkan satu solusi, tetapi sekarang dia sudah mampu menyimpan solusi yang pertama untuk mendapatkan solusi selanjutnya. b. Berfikir dengan teratur dengan berbagai kemungkinan Remaja akhir mulai mampu membandingkan berbagai tawaran solusi dan mampu memilih mana yang paling tepat. c.  Produktivitas, rasa ingin tahunya semakin besar d. Pengambilan keputusan ( pertimbangan dalam mengambil keputusan)     - Mulai memilih imbalan yang diberikan     - Menjatuhkan pilihan pada salah satu dari berbagai macam imbalan     - Percaya diri ketika melakukan suatu hal     - Kemandirian dalam berfikir      5. Perkembangan Kematangan Sosial Bentuk awal pertumbuhan sosial a. Sikap yang terkendali : Adanya kecenderungan pada lawan jenis lain, kemantapan dan percaya diri, ketundukan pada kelompok yang sejenis, pAndangan yang positif terhadap kelompok masyarakat, Semakin luasnya wilayah interaksi positif dengan masyarakat b. Sikap yang sulit dikendalikan : Sikap sulit diatur, Merendahkan, Fanatisme, Saling bersaing Bentuk-bentuk kematangan sosial  Rasa percaya diri  Nampaknya pemikiran-pemikiran pribadi yang matang, sesuai dengan nilai-nilai dan norma  Tambahnya perhatian pada lingkungan sosialnya dan mulai meninggalkan pemikiran egois dan mementingkan diri sendiri  Bertambahnya pemahaman terhadap diri dan orang lain dengan cara yang lebih bijak  Tumbuhnya kecenderungan untuk memimpin. Pemimpin di sini dalam artian yang memiliki sifat-sifat pribadi yang mulia  Mulai memikirkan contoh atau panutan  Mulai mengikuti tugas-tugas kemasyarakatan baik yang bersifat politik maupun sosial .
6. Perkembangan Akhlak Religius atau Agama  Kematangan agama Dengan dibekali berbagai pengalaman dalam jenjang usia sebelumnya, akan terbentuk dalam pribadi seseorang pemahaman tentang benar dan salah, tentang hak dan batil, dan antara yang utama dan tercela, namun sikap yang lunak terhadap berbagai perangai yang tidak bermoral akan membuat remaja menjadi bingung dalam menentukan sikap. Sebab-sebab kekeliruan tingkah laku remaja :  Keinginan untuk mencoba  Sisa gejolak remaja, seperti usaha untuk menarik perhatian  Memaksa orang lain untuk mengakui keberadaannya Penyimpangan moral yang dilakukan oleh remaja akan berakibat :  Perasaan tidak tenang  Merasa bersalah  Tidak mengakui keberadaan dan peran dirinya yang berakibat putus asa dan semakin bertambahnya penyimpangan akhlak.
7. Perkembangan Kejiwaan (Kepribadian) Permasalahan terpenting yang menyibukkan kalangan remaja dalam usis dewasa dini adalah menentukan jati diri yang sangat erat hubungannya dengan jiwa atau kepribadian. Permasalahan pokok kepribadian : menentukan jati diri dan menentukan keberpihakan Perjalanan mencari jati diri Dalam perjalanan manusia dalam rangka mencari jati dirinya, ada beberapa jalan yang ditempuh, barang siapa yang berjalan pada jalan yang benar, dia akan mendapatkan jati dirinya secara baik dan sebaliknya. Diantara jalan itu adalah :
1). Indoktrinasi Bentuknya akan sangat terlihat dalam berbagai perkumpulan pemuda dan kelompok diskusi. Melalui media ini, jati diri akan dituangkan melalui beberapa  jargon dan lambang, ceramah, pengawasan, dan evaluasi. 2). Bertahap Yang berakibat dalam bentuk usaha positif dalam rangka penentuan jati diri dengan didukung kondisi yang cocok. Hal ini akan memberikan kepercayaan yang kuat terhadap diri sendiri disertai dengan kemandirian, inovatif dan cara berpikir yang teratur. 3). Berbaur Tidak adanya batasan tertentu tentang jati diri, hidup dalam lingkungan yang terbuka dengan berbagai macam jati diri manusia.

Beberapa Prototipe Remaja Ada dua macam remaja :  Remaja yang menghendaki perubahan dalam masyarakatnya, dia akan berusaha dengan segala fasilitas yang ada.  Remaja yang menolak masyarakatnya atau menarik diri darinya atau sekaligus dua-duanya. Pola Prototipe Remaja dilihat dari tingkat kepekaan dan perhatiannya :
1. Remaja Apatis Yatu mereka yang mewakili kepekaan yang paling tinggi dan tingkat perhatian yang paling rendah dengan ciri :  Meliputi di dalamnya remaja yang tidak peduli dengan apa yang terjadi pada masyarakat mulai dari perkara politik sampai sosial kemasyarakatan.  Mereka bisa menerima keadaan pada saat ini, memiliki pegangan nilai yang sama dengan apa yang dipegang orang tua mereka  Perhatian dan aktifitas mereka terpusat pada urusan pekerjaan, kesuksesan, pernikahan, keluarga dan kemapanan ekonomi.
2. Remaja Positif Dia adalah remaja yang bercirikan memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan tingkat perhatian yang tinggi pula, ciri remaja tipe ini :  Termasuk di dalamnya jenis remaja yang bisa menerima keadaan sosial kemasyarakatannya, politik yang hidup dalam masyarakat.  Mereka terlibat secara insentif dalam mempertahankan nilai tersebut. Bisa dikatakan memiliki sifat yang menjaga.  Remaja disini memiliki perbedaan dengan yang lainnya dalam keaktifannya, respon positif dalam kegiatan politik, organisasi yang teratur dan bekerja dalam koridor hukum dan syariat agama guna melanggengkan warisan nilai-nilai luhur dalam masyarakat. a) Kemerdekaan pribadi dan kebebasan seseorang merupakan hal yang penting, khususnya pada remaja jenis ini. Meskipun ada beberapa pembatasan dalam upaya menuju proses kemerdekaan dan kebebasan ini. b) Remaja tipe ini cenderung memiliki ketundukan pada pemimpin c) Mereka lebih mampu menekan gejolak dalam diri dan perasaan gelisah dibanding dengan remaja-remaja tipe lainnya d) Remaja tipe ini menamakan dirinya sebagai remaja yang mandiri, jauh dari sikap setengah-setengah, percaya dengan dirinya dan tidak mengekor pada orang lain e) Perhatian remaja pada tipe ini pada kepribadian yang utuh lebih dikedepankan dari perhatiannya pada hubungan antar personal yang berganti-ganti f) Perhatian remaja tipe ini terhadap nilai-nilai kemanusiaan agak kurang  bila dibandingkan dengan remaja tipe lainnya
3. Remaja Disaffiliate (merasa tersisihkan dan terasing) Remaja tipe ini mewakili tipe remaja yang memiliki kepekaan dan perhatian yang rendah yang bercirikan :  Menolak nilai-nilai dalam masyarakatnya dan berbagai institusi yang hidup di dalamnya  Mereka membangun untuk diri mereka sendiri sebuah nilai yang berbeda  Terkadang mereka membangun sebuah komunitas sendiri yang menjadi sarana untuk mengekspresikan diri mereka. Remaja ini terbagi dalam dua jenis : a) Tipe remaja yang menarik diri/disaffiliate, diwakili dengan kelompok hippies yang muncul pada tahun enampuluhan. Mereka memilih untuk menarik diri dari nilai dan norma yang hidup dalam lingkungannya b) Tipe remaja yang menyimpang/delinquents. Mereka adalah remaja yang mnentang dan memusuhi segala norma yang ada dalam masyarakatnya, bukan dengan maksud untuk mengubahnya akan tetapi sekedar untuk memenuhi tuntutan kemauan mereka. Meraka biasanya menggunakan kekerasan guna mencapai keinginan mereka. 4. Remaja Aktif  Mereka adalah tipe remaja yang memiliki kepedulian paling tinggi dan juga memiliki penolakan yang paling tinggi pula. Ada dua kelompok remaja dalam tipe ini : Pertama, remaja yang memperhatikan permasalahan yang berkembang dalam masyarakat. Kedua, remaja yang menolak masyarakatnya atau lingkungannya.
Seorang remaja akan mencapai awal kedewasaan ketika remaja tersebut mampu untuk melampaui  kriteria :
1. Harus memiliki fisik yang kuat
2. Harus memiliki akhlak yang terpuji
3. Harus berwawasan luas
4. Mampu mencari nafkah
5. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya
6. Mengatur segala urusan
7. Bermanfaat bagi orang lain
8. Benar dalam ibadahnya
9. Berusaha mengendalikan hawa nafsu











Refrensi:  Kumpulan Materi Bimbingan dan Konseling, Paramitra 2013.

Kamis, 07 November 2019



MERENCANAKAN KARIR DI MASA DEPAN

A.  Pengertian Pentingnya Perencanaan Karir
Merencanakan atau perencanaan merupakan suatu kegiatan yang di rancang baik skema untuk mengetahui baik,buruk, manfaat serta untuk mencapai tujuan.
Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek  terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. 
Pengertian Karir
Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. Kata pekerjaan (work, job, employment) menunjuk pada setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, sedangkan kata karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup, yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang, serta mewarnai seluruh gaya hidupnya. Pada dasarnya yang dimaksud dengan karir adalah suatu pilihan profesi atau pekerjaan yang menjadi tujuan bagi seorang individu. Karir juga dapat diartikan sebagai perkembangan dari perjalanan kehidupan kerja seseorang yang digeluti secara serius dan ditingkatkan semaksimal mungkin.
Karir tertiggi (puncak karir) tidak dapat dicapai secara instant, melainkan harus dengan perencanaan matang. Cara yang paling efektif untuk meniti karir adalah dengan menggali bakat atau potensi sedini mungkin. Masa remaja merupakan saat yang paling tepat untuk meniti karir yakni dengan mengenal bakat dan minat yang dimilikinya. Sehingga nantinya seseorang tersebut tidak hanya akan berhasil meniti karir tersebut dengan sempurna, melainkan juga menggapainya dengan optimal.
Apakah perencanaan karir itu?
Perencanaan karir adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara terarah dan terfokus demga berdasar pada potensi (minat, bakat, keyakinan, nilai-nilai) yang kita miliki untuk mendapatkan sumber penghasilan yang memungkinkan kita untuk maju dan berkembang baik secara kualitas (hidup) maupun kuantitas (kesejahteraan). Sesunguhnya dalam perencanaan karir ini yang ditekankan bukan hanya pada pekerjaan apa yang nantinya kita peroleh, tetapi pada persiapanpersiapan yang kita lakukan. Salah satun persiapan yang sangat penting adalah memilih pendidikan dan keterampilan yang akan dikembangkan. Misalnya kalau saat ini kita berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) maka kita nantinya harus bisa menentukan kira-kira jurusan apa yang akan dipilih IPS, Bahasa, atau IPA.
Oleh karena itu poin-poin penting dalam Perencanaan meliputi sebagai berikut: 
1)      Menyadarkan diri sendiri terhadap peluang-peluang, kendala-kendala, pilihan-pilihan, dan konsekuensi yang akan dihadapi.
2)      Mengidentifikasi tujuan-tujuan hidup terutama yang berkaitan dengan karir,
3)      Penyusunan program pendidikan, keterampilan dan pengalamanpengalaman yang bersifat pengembangan dalam meraih tujuan karir.
B. Langkah-Langkah Dalam Merencanakan Karir
1.      Mengembangkan rencana karir. Pikirkanlah mengenai apa yang akan kita lakukan dan langkah-langkah strategis apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan.
2.      Tinjaulah bakat atau kemampuan serta minat yang kita miliki. Pikirkan secara serius dan mendalam hal-hal yang kita sukai, mampu kita kerjakan dengan baik, serta nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya.
3.      Cobalah mencari tahu jenis-jenis karir atau pekerjaan yang mendekati dengan diri kita, yaitu sesuai bakat serta minat yang kita miliki, latar belakang pendidikan, kondisi kerja serta lingkungan yang kita harapkan, serta hal-hal lain yang akan memberikan kejelasan arah dan fokus karir/pekerjaan kita.
4.      Selanjutnya, bandingkanlah keterampilan dan minat yang kita miliki dengan jenis karir atau pekerjaan yang akan kita pilih. Jadi karir atau pekerjaan yang paling sesuai dan dekat dengan diri kita sangat mungkin menjadi karir atau pekerjaan kita di masa depan.
5.      Kembangkanlah tujuan karir/ pekerjaan yang kita pilih. Hal ini akan menjadi panduan yang sangat penting bagi kita untuk menyusun langkah-langkah strategis selanjutnya.
6.      Ikutilah pendidikan atau pelatihan yang mendekatkan kita dengan tujuan karir atau pekerjaan yang telah kita buat.
7.      Hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah masalah keuangan. Kita mungkin akan berfikir mengenai sumber-sumber dan besarnya uang yang kita butuhkan untuk mewujudkan karir kita.
8.      Cobalah minta nasehat dari beberapa sumber yang anda yakini dapat membantu anda memberikan penjelasan dan arahan megenai karir/pekerjaan pilihan anda.


C. Rumus Dalam Memilih Karir
Richard leider, seorang konsultan karir dari Amerika Serikat, memiliki rumus moderen yang dapat mengkalkulasikan bagaimana kita dapat mewujudkan rencana karir di masa depan degan eektif dan gemilang. Rumus yang dimilikinya adalah sebagai berikut.
Karier = T + 2P + E + V
T  : Talent / Bakat
2P  : Passion dan Purpose
E  : Environment
V  : Vision
T  yang berarti talent atau bakat.
Untuk mengetahui arah karir dan profesi yang cocok untuk kita jalani dimasa depan, cobalah mendeteksi apa saja kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. 
( 2P yaitu Passion dan Purpose, atau keinginan dan tujuan )
Maksudnya, dalam memilih sebuah karir, diperlukan adanya gairah atau keinginan yang kuat untuk menggapai karir tersebut dengan maksimal. Selain itu, dibutuhkan pula tujuan dan arah yang jelas, agar pencapaian karir dimasa depan tidak salah arah. Kedua elemen ini membutuhkan kerja keras dan pengenalan diri yang mendalam agar tujuan karir yang akan dicapai dapat diarahkan dengan benar.
E atau Environment (lingkungan). 
Masa remaja merupakan fase dimana kita sangat membutuhkan lingkungan sekitar untuk dapat mengembangkan kepribadian dan emosi. Lingkungan sekitar kita dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, atau tempat bermain. Dalam lingkungan sekitar, seseorang dapat mengasah bakat dan minatnya sedemikian rupa sehingga dapat menggapai karir yang direncanakan. Lingkungan sekitar menjadi tempat belajar dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, pilihlah selalu lingkungan yang positif, sehingga kita tidak akan terjerumus kedalam hal-hal yang justru akan dapat menghambat karir kita dimasa depan.
V atau Vision yang berarti pandangan (visi). 
Leider melihat bahwa dengan menerapkan pola visioning atau memandang jauh ke masa depan, kita akan dapat mengetahui bentuk-bentuk karir yang akan dicapai. Untuk menciptakan sebuah visi yang baik, langkah pertama adalah menggali potensi diri dan membuat perencanaan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut untuk meraih karir yang dicita-citakan.




Refrensi: Kumpulan Lengkap Materi Bimbingan dan Konseling, PARAMITRA Publising 2013.

Selasa, 30 Juli 2019

pengertian bimbingan dan konseling menurut ahli dan saya


PENGRTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
A.    MENURUT PARA AHLI
Pengertian Bimbingan
v  Menurut crow & crow dalam Aqib, (2013:94) menjelaskan bahwa :
Bimbingan dapat diartikan bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yag memadai dan telah terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.
v  Menurut bernard & fullmer (dalam Prayitno, 2013:95) bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.
v  Selanjutnya Menurut Willis (2011:14) bimbingan merupakan ”proses bantuan terhadap individu agar ia memahami dirinya dan dunianya, sehingga dengan demikian ia dapat memanfaatkan potensi-potensinya".
v  Berdasar pendapat di atas dapat diambil pengertian bahwa bimbingan merupakan proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli supaya konseli yang dibimbing dapat mengenali dirinya, memaksimalkan potensinya, serta mampu mengahadapi, dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam hidupnya. 

Pengertian Konseling Menurut para Ahli adalah sebagai berikut:
v  Adapun konseling menurut Tohirin (2013:24) adalah kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien. 
v  Menurut Jones (dalam Prayitno 2013: 100) menjelaskan bahwa :
konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oelh yang bersangkutan dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dakam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditunjukkan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.
v  Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Nomor 111 tahun 2014 Pasal 1 Butir 1 ”Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/Konseli untuk mencapai kemandirian dalam kehidupannya”.

v  Secara lebih spesifik layanan bimbingan dan konseling Menurut Tohirin (2013:25) adalah:
Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatp muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, supaya konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mempunyai kemampuan memecahkan masalahnya sendiri. 
v  Sedangkan Menurut Hikmawati (2011:1) bimbingan dan konseling adalah: 
Pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

v  Menurut Prayitno dan Erman Amti ( Bimbingan dan konseling) adalah Proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik- anak remaja, maupun anak dwasa agar orang-orang yang di bombing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan saran yang ada seerta dapat dikembangkan norma-norma yang ada.
v  Menurut Bimo Walgito (Bimbingan dan Konseling) adalah Bantuan yang di berikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupan dengan wawancara, dengan cara yang sesuai dengan kesadaran individu yang di hadapinya untuk mencapai hidupnya

B.     MNURUT SAYA
Dari berbagai sumber menurut para ahli pngertian bimbingan dan konseling maka baru lah saya bias menyimpulkan bahwwa Pengertian Bimbingan dan Konseeling adalah kegiatan yang di lakukan seorang konselor atau guru Bimbingan dan Konseling dengan peserta didik atau ( Klien ) yang memiliki masalah ataupun yang tidak memiliki permasalahan, namun memiliki suatu tujuan yang baik yang ingin di capai namun memerlukan arahan guru bk untuk mendorong trcapainya tujuan yang baik bagi peserta didik.

Senin, 15 Oktober 2018

BUDAYA BALI


S
iapa yang tak mengenal Bali? Bahkan seluruh dunia rasanya sudah tahu betul mengenai keindahan Bali yang kerap dijadikan destinasi wisata domestik maupun manca negara. Bagi yang belum pernah menginjakkan kakinya di pulau dewata ini mungkin sedikit penasaran, apa sih menariknya? Itulah pertanyaan kami sebagai mahasiswa sebelum berkunjung ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Oke, kita coba kupas satu-satu kearifan lokal budaya Bali!

Kota Seribu Pura dan Dewa
Satu hal yang akan kita ketahui saat kali pertama berkunjung di Bali adalah, pura dimana-mana. Ya, tidak aneh jika sepanjang jalan, kiri-kanan akan dipenuhi oleh jejeran pura untuk beribadah. Bahkan hampir tiap pekarangan rumah penduduk yang beragama Hindu terdapat sebuah pura. Ketika kita pergi ke suatu tempat di Bali pasti terlihat bangunan pura juga. Bahkan beberapa pura yang ada di Bali sudah terkenal hingga ke mancanegara, seperti pura Besakih, pura Ulun Danu Bedugul, dan Pura Luhur Lempuyang. Pura ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Bali.
Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods karena kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali. Tidak mengherankan jika hampir setiap hari kita akan jumpai penganut Hindu di Bali melakukan persembahan kepada para dewa untuk menjaga kedamaian pulau Bali.

Jalinan Persaudaraan yang Kuat
Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat Bali lebih mengutamakan kebersamaan yang merupakan pengamalan ajaran Hindu “Tat Twam Asi” yang berarti hidup rukun dan saling menghormati hak azasi seseorang.
Pengertian “Tat twam asi” bisa dikembangkan menjadi “saya adalah kamu” dan “orang lain adalah juga saudara kita”. Dengan demikian kehidupan sosial masyarakat Bali selalu menekankan nilai-nilai kebersamaan, pemahaman makna kultural yang dilandasi konsep toleransi, penghargaan, senasib seperjuangan, dan cinta kasih (paras paros sarpanaya).

Tradisi Keagamaan di Bali
Di Bali khususnya agama Hindu yang melakukan persembahyangan dengan menggunakan Dupa. Hingga saat ini bukti Kearifan Lokal Budaya Bali dipegang teguh pada khususnya tradisi masyarakat saat melakukan keagamaan yaitu Dupa. Dupa sejenis pewangian yang dapat dibakar. Kemudian asapnya mengeluarkan bau harum dengan tujuan melambangkan sebuah perantara menghubungkan mereka dengan yang dipuja.
Sebuah Canang pun sangat penting digunakan saat persembahyangan. Belum lama ini Canang banyak digunakan di hari raya galungan. Banyak makna yang tersimpan dari Canang tersebut yang terbagi dari beberapa bagian yaitu:
Alas berupa Ceper menyimbolkan Ardha Candra. alas yang disebut tamas kecil ialah simbol windhu.
Kemudian Beras /Wija yang melambangkan benih yang mengartikan awal dari kehidupan.
Porosan/Peporosan merupakan terbuat dari daun sirih, kapur, dan jambe (gambir). Yang mempunyai makna umat manusia harus memiliki hati penuh cinta. Dan welas asih serta rasa syukur yang mendalam pada sang yang dipuja.
Jajan, Tebu, dan Pisang yang memaknai kekuatan dalam kehidupan di alam semesta. Sampian Uras atau Duras merupakan rangkaian janur yang dibentuk bundar dengan makna yang menyertai setiap kehidupan umat manusia.
Bunga yang diletakkan melambangkan kedamaian serta ketulusan hati.

Upacara Keagamaan yang Hampir Setiap Hari
Tidak salah menjuluki Bali sebagai Pulau Dewata, karena hampir setiap hari masyarakat Hindunya menyelenggarakan ritual suci keagamaan. Kalian akan sering menemui wanita-wanita Bali membawa sesajen di atas kepalanya, mendengarkan kidung-kidung suci dari sejumlah pura di sekitar, dan bahkan melihat canang (sesajen) menghiasi depan rumah mereka.
            Kebetulan saat kami berkunjung, bertepatan dengan hari raya Nyepi. Hanya di Bali, seluruh aktivitas berhenti total untuk satu hari demi memperingati hari raya Nyepi. Umat Hindu dilarang untuk bekerja, pantang untuk berpergian maupun bersenang-senang, dan dilarang menyalakan api dan lampu. Alhasil jalanan pun sepi saat Nyepi. Kamu dapat menikmati udara segar tanpa polusi dan langit malam berkelap bintang hanya di hari Nyepi.

Keramahan yang Memikat Wisatawan
Masyarakat Bali yang sadar pariwisata tahu benar bahwa keramahan khas Indonesia adalah membuat banyak wisatawan asing ingin datang ke sini.  Selain itu, budaya Bali yang senantiasa mengajarkan keramah tamahan sudah sangat melekat. Maka tidak mengherankan bila kamu dapat dengan mudah menemukan senyum masyarakat lokal saat berlibur di sana. Sapaan hangat dan senyum tulus inilah yang membuat orang rasanya selalu betah saat berada di Pulau Dewata.
Jika kita berjalan-jalan di Bali maka jangan heran bila di sepanjang jalan akan selalu ada orang yang menyapa dengan ramah. Ini menjadi kelebihan yang sepertinya belum dimiliki oleh daerah lainnya. Pariwisata seolah telah menyatu dengan darah masyarakat Bali, sehingga mereka tak akan ragu memberikan pelayanan terbaik yang dimiliki.



Misteri masyarakat bali menyambut tamu dengan nuansa asri dan indah dengan adanya kabut-kabut. KEINDAHAN SELEPAS HUJAN



Peran Masyarakat dan Alam yang menyatu usai hujan, munculnya nuansa kehidupan.






 Alhasil selesai pkl lintas budaya di Bali sampai ketemu lagi di Bali tpi versi lain ya,,,,

Minggu, 02 September 2018

PERAN GENERASI MILENIA MENUJU INDONESIA 2045


PERAN GENERASI MILENIA MENUJU INDONESIA 2045


Generasi merupakan suatu perseorangan yang di kaitkan dengan keturunan. Dimanaa generasi ini akan menjadi penerus untuk di masa yang akan datang. Generasi milenia dalam arti generaasi dengan revolusi manusi yang memiliki pemikiran yang baru namun tidak meninggalkan adat dari setiap generasi yang di miliki dari setiap keluarga ataupun daeraah tempat tinggal berada seperti cerminan dalam diri kita bahwa menjaadi generasi milenia merupan generaasi yang tidak meninggalkan adat namun generassi ini merupakan generasi muda yang memiliki semangat juang yang tinggi kita ketaahui bahwa generrasi milenia di harapkan dapat melaakukan perubahan dalam diri sendiri, dalam lingkungan, ataupun dapat mengubah dunia ini menjadi lebih baik tanpa harus menghilangkan adat dalam diri mereka, namun di tuntut disini bagaimana kita generasi milenia untuk lebih mengembangkan potensi dan inovasi dalam meningkaatkan semangat indonesia menuju indonesia 2045.
Terkadang generasi di artikan dari berbagai orang dengan makna yang berbeda dengan berbagai budaya yang berbeda dari sissilai dapat kita ketahui bahwa seseorang untuk menuju indonesia 2045 yang harus dimiliki  seseorang seperti  berbagai cerminan diri yang baik, baik dari segi Akhlak, keilmuan, Sikap, dan perilaku semuaanya harus seimbang dengan adanya pembelajaran baik dari sekolah maupun dari lingkungan kehidupan tempat tingal.
            Fungsi generasimilenia di harapkan para pejuang bahwa bisa lebih membangun indonesia kedepan dengan dan dapat melewati berbagai tantangan yang ada dalam kehidupan yang sekarang dan di masa yang akan datang, dari semua generasi pasti ada beberapa generasi yang minim kepekaan menjadi warga yang baik namun dengan demukian bahwa untuk membuat generasi ini dapat membangun indonesia secara berangsur-angsur dengan demikian bahwa indonesia merasakan bahwa fungsi yang sesungguhnya dari generasi ke kegenerasi itu merupakan suatu yang dapat membuat bangsa ini menjadi lebih erat dalam segala bidang dan kegiatan.
            Untuk membangun generasi milenia yang sekarang seseorang figur atau roll mdel ( guru, orang tua, tokoh agama, dll) harus miliki kekuatan, kreatifitas, inovasi yang kuat dan taklupa harus jelih melihat perkembangan zaman. Dengan mempertimbang kan dan meneelaah dari berbaagaai aspek tekhnolgi. Semua peserta didik, remaja, bisa dikatan ntuk menjadi generaasi milenia kedepan namun di arti lain apakah meka pararemaja, siswa, atau mahasiswa bisa menjadi generasi melenia yang di harapkan para pejuang-pejuang kita terdahulu? Yang pasti bahwa setiap dari kita pasti merasakan generaasi milenia yang sekarang sanagt berbeda dengaan generasi milenia di masa yangg lalui. Terlihat bahwa generaasi milenia ang terdahulu memiliki arti dalam ddiri mereka menjadi diri mereka sendiri namun tidak menghilangkan adata yang ada dalam diri mereka terlihat dalam diri mereka seperti contoh dapat kitaa lihat generasi mileni yang terdahulu dapat kita lihat dari bagaimana para remaja- remaja terdahulu mempertaruhkan nyawa dan hidup mereka untuk mengharumkan nama indonesia dari sisi lainnya contoh dalam kepribadian mereka seperti hal kecil saat bertemu dengan siapapun merek saling menyapa atau berjabat tangan . Disinilah yaang menjadi acuan untuk kita para remaja di masa sekarang bahwa zaman kita boleh berubah namun adat kita jangan di ubah.  Selain itu ada kalanya kitaketaahui bahwa dimasa sekaarang yang menjadi pamutan atau rol model di antaranya: Pertama Orang tua, Peran keduaorang tua disini sebaagai rol model atau contoh untuk menciptakan generasi milenia menuju indonesia 2045 tugass orang tua yang sebenarnya di harapkan mampu membentuk karakter seorang anak mereka menjadi generasi milenia  dari segi budaya di rumah, akhlak yang baik sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Kedua Keluarga terdekat seperti kakak di harapkan bisa mengarahkan dan membantu kedua orang tua untuk mengarahkan adiknya. Ketiga Guru di sekolah, peran guru merupakan peran yang sangat penting dimana anak-anak yang bersekolah memiliki waktu lebih banyak di sekolah dari pada dengan keluarga atau dengan orang tua yang latar belaang orang tuanya sibuk dalam pekerjaan di sisi ini gurudi sekolahdi harapkan harus peka terhadap peserta didiknya dan pemberian rasa sayang seperti orang tua kedua bagi anak untuk memenuli Baik Pribadi, Belajar, Sosial, dan mengarahkan Karir seorang anak didik untuk di kemudian hari. Keempat warga dan sebagai warga kita harus melihat orang-orang yang ada di sekitar dan di sekeliling lingkungan terutama generasi-generasi yang akan menuju indonesia 2045 nanti iyalah anak-ana muda para remaja yang kkemungkinan besar masih minimnya dalam diri mereka rasa-rasa solidaritas. Maka dari itu di harapkan untuk dapat memperkuat negara ini dari muda-mudi atau generasi yang sekarang untuk menuju generasi di tahun 2045.
            Dari tugas-tugas yang berperan di atas maka peran generasi milenia kedepan sangat penting, mengapa di katakan penting? Dalam beberapat tahun kedepan semuanya tanpa kita sadari cepat sekali berlalu dan berubah namun dengan seiring  waktu perubahan itu akan membuat semuanya cepat berlalu dan dengan generasi milenia di harapkan kedepan dapat membanun indonesia menjadi lebih berjaya di kancah nasional ataupun di kancah internasional baik di bidang akademik maupun di bidang non akademik. Terlintas di benak genasi sekarang bahwa untuk mengetahui bahwa membangun indonesia dapat di mulai dari diri sendiri kemudian baru orang-orang yang berada di sekeliling kita. Cntohnya saja dalam diri kita sendiri yaitu kita sebagai generasi milenia untuk menuju indonesia 2045 bahwa kita harus bisa mengatur waktu, kegiatan, dan dapat membedakan hal-hal yang harus atau wajib menjadi prioritas dalam diri kiyta dan dalam keluarga kita seperti halnya jika kita mudamudi yamng memiliki berbgai kegiatan organisassi maka kita harus jelih mengatur waktu-waktu rapat organisasi dan harus jeli mengatur tugas tugas kuliah kita. Dikala hari kita atifittasnya sama namu lakukan lah satu perubahan dalam diri kita baik itu dalam menghafal AL-Qur’an ataupun dalam menghasilkan karya-karya baru yang kemungkinan akan menjadi dan membuat kita dan para generasi muda bangsa indonesia ini menjadi lebih semangat dalam segala hal ataupun dlam segala bidang yang memacu semangat generasi sekarang ataupun generasi kedepan.
Setiap generasi yang milenialis memiliki jenisnya masing masing generasi milenia yang mana sih yang membuat kamu lebih spesifiknya?
1)      Generasi milenia terbaru di mana generasi ini merupakan generasi yang mengikuti  trendi-trendi terbaru di masa sekarang. Jenis ini sering sekali menuangkan dalam kehidupan dengan yang baru semuanya baik dari segi kata-kata maupun dari segi keadaan yang membuat mereka generasi muda untuk memperbarui sesuai dengan perubahan-perubahan yang akan menjadi lebih kekinian.
2)      Generasi milenia dari segi budaya merupaka generasi yang memiliki semangat dan pemikiran yang baru untuk mengembangkan bebagai budaya yang ada dan membuat inovasi-inovasi baru dalam budaya, udaya ini luas baik dari segi Pakaian, Musik, dan yang lainnya dengan begitu berbagai macam budaya yang beragam ini maka di harapkan generasi indonesia kedepan menjadi lebih baik dan lebih membangun generasi indonesia.
3)      Generasi milenia dari segi tekhnologi demikian bahwa generasi ini di harapkan bisa dan mampu untuk bersaing di zaman sekarang iyalah zaman yanglebih anyak menggunakan tekhnologi selain itu di zaman ini di harapkan generasi indonessia menuju indonesia 2045 mampu dan dapat dengaan bijak memilih mana yang baik dan mana yang buruk bagi kehidupan.
Dari macam-macam generasi milenial yang di kelompokkan maka dapat kita pahami besar sekali peran generasi milenia menuju indoesia tahun 2045 kedepan dengan begitu di harapkan dan mampu untuk memilih dan mencari solusi yang terbaik untuk di masa yang akan mendatang bagi generasi-generasi indonesia. Kita ketahui bahwa berbagai generasi di penjuru dunia indonesia dari sabang sampai marauke memiliki generasi berbagai macam sifat, kepribadian dan budaya namun dengan seiring dengaan latar belakang dudaya dari daeerah masing-masing memiliki berbagai macam latar budaya yang super bisa dan mampu untuk menunjukkan kepada indonesia bahwa generasi –generasi indonesia bisa dan mampu untuk mengembangkan dan menjadikan generasi kedepan dapat lebih membangun citra nama bangsa di kancah internasional.
Para tetua warga indonesia mengatakan bahwa kebanyakan dari berbgai keadaan dan sumber menyatakan bahwa sesungguhnya generasi tetua terdahulu memiliki berbagai sumber kekuatan untuk membanun generasi indonesia kedepan dengan berbagai cara yang di milikinya untuk membangun semangat dalam membe;la negara indonesia dan untuk itu jika kita generasi muda ini kurang peka terhadap apa yang harusna menjadi kewajiban kita dalam meneruskan mengharumkan indonesia dari segi apapun itu.
      Menjadi generasi indonesia sangat beruntung bagi warga negara lain mereka ingin sekali berpijak di indonesia. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah dengan itu indonesia di katakan di luarnegri bahwa surganya dunia yang memiliki berbagai macam flora dan fauna yang tidak terkira dari sabang sampai merauke. Tatkala semuanya akan semakin berkembang dengan di adakannya berbagai kompetisi yang sehat dalam generasi muda indonesia yang sekarang menuju indonesia 2045 ke depan. Rentang kehidupan stabilisasiindonesia ini paragenerasi atau pemuda yang ideal sebenarnya tidak memiliki syarat tertentu namun dari keadaan tertentu semuanya bisa belajar dan mempelajariapa yang sebenarnya yang harus di lakukka dan apa yang sebenarnya yang memang perlu di lakukan. Perlunya pengetahan mengenai berbagai peran pembangunan baik itu dalam diri pribadi ataupun baik dengan keadaan lingkungan atau suatu desa yang dapat memengubah pembangunan kepribadian ataupun menset seseorang agar seseorang tersebut bisa dan mampu memahami apa yang sebenarnya yang harus di ambil makna untuk membangun indonesia. Apa lagi sekarang bahwa peran berbgai tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh yang lainnya sangat berperan penting dalam membangun generasi indonesia ini. Dengan ini bahwa sesungguhnya bangsa indonesia ini untuk mencapai tahun 2045 nanti bangsa indonesia akan menjadi dan akan mampu mengubah keadaan indonesia untuk maju kedepan dengan begitu di harapkan seluruh warga indonesia mampu menciptakan berbagai generasi indonesia yang sejahtera untuk pembangnan indonesia tahun 2045 kedepan. Banyak generasi yang di harapkan untuk pembangunan indonesia namun banyakpula yang menjadi tantangan bangsa indonesia atau berbagai tantangan yang kemungkinan besar nanti akan membuat generasi-genarasi kedepan menjadi generasi yang bisa menuju kesejahteraan indonesia tahn 2045 kedepan dengan ajaran dan tuntunan AL-Qur’an dan Hadis sesuai dengan tuntunan dan ajaran masing-masing yang di anut.