Senin, 18 November 2019

BELAJAR MERENCANAKAN MASA DEPAN


BELAJAR MERENCANAKAN MASA DEPAN

 Masa depan seperti apa yang kita inginkan? Lima tahun lagi kita ingin jadi apa? Hal ini dapat menjawab tentang karir apa yang akan kita geluti nantinya. Pertanyaan sederhana, tetapi sering kali kita sulit menjawabnya. Mungkin kita belum memikirkan karena bagi kita hidup ini ya dijalani saja apa adanya. Namun, begitukah hidup yang kita inginkan?
 Tentu kita pernah dengar sebuah ungkapan, … semua yang ada saat ini dan akan datang dimulai dari mimpi. Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya memiliki mimpi akan masa depan. Contohnya, dulu Thomas Alfa Edison memimpikan betapa berartinya kalau di dunia ini ada penerangan (lampu). Lalu, dia mulai merancang berbagai usaha sehingga dapat menciptakan lampu. Jadi kapan kita harus merencakan Karir?
Dari sekarang
 Mempersiapkan masa depan karir bisa kita mulai dari sekarang. Pahami bahwa masa depan itu sendiri merupakan kehidupan. Apa yang kita lakukan adalah demi cita-cita. Jadi, masa depan itu muara dari semua yang kita lakukan dan yang menggerakkan kita untuk terus maju.
 Apa saja yang dapat dilakukan untuk merencanakan masa depan?
1. Bangun motivasi Motivasi bisa datang dari dalam atau luar diri kita. Motivasi dari luar diri bisa datang dari orangtua, kakak, guru, pacar, teman, atau tokoh yang kita idolakan. Namun, motivasi dari dalam diri jauh lebih baik dan punya daya juang yang luar biasa. Kita bisa mulai dengan mengumpulkan banyak informasi mengenai obyek cita-cita masa depan yang kita inginkan. Mulai belajar menyukai dan menekuninya
dari sekarang sehingga kita mampu berkata: Hei… ini tentang hidupku, jadi aku harus memperjuangkannya!
2. Kenali potensi diri Dengan mengenali potensi diri, kita bisa mulai memilih dan merencanakan cita-cita kita. Caranya, dengan melihat diri kita, apa yang kita senangi, bakat kita, kemampuan kita, dan aspek lainnya yang kita punya, lalu mengasahnya sehingga dapat menjadi lebih baik. Di lain sisi, hambatan-hambatan yang mungkin merintangi untuk mencapai cita-cita perlu juga kita pikirkan sehinga kita dapat mencarikan solusi secara cepat bagaimana mengatasi hambatan tersebut.
3. Rancanakan target karir Kita harus mulai mengambil keputusan mengenai cita-cita masa depan. Hal ini akan membantu kita untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Rencanakan masa depan yang kita tetapkan dapat berupa rencana jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek bisa dalam rentang 1-5 tahun. Artinya, dalam 1-5 tahun ini kita ingin menjadi seperti apa. Sementara jangka panjang bisa berupa rencana kita dalam 10 tahun ke depan.
4. Evaluasi rencana karir kita Bisa saja di tengah jalan kita menemukan hal-hal baru yang membuat kita ingin mengubah rencana masa depan kita. Makanya, kita harus terus mengevaluasi rencana masa depan kita. Yang penting, apa yang kita rencanakan sesuai dengan diri kita, memberikan dampak positif dan memungkinkan untuk kita capai.  Jadi, memiliki cita-cita masa depan sangat penting. Apalagi yang penting di dunia ini yang dapat memandu kita untuk terus maju, selain memiliki cita-cita untuk masa depan.

LULUS SMP/MTs MELANJUTKAN KE MANA?


LULUS SMP/MTs
MELANJUTKAN KE MANA?

Setelah melalui proses pendidikan selama tiga tahun, siswa yang dinyatakan lulus ujian sekolah tentu akan merasa bergembira. Kegembiraan tersebut ditunjukkan dengan berbagai bentuk ekspresi seperti tertawa, berjalan bersama, makan bersama dan sebagainya. Disamping ekspresi kegembiraan yang diperlihatkan oleh setiap siswa yang dinyatakan lulus, ada beberapa pertanyaan yang terbesit dibenaknya, yaitu Kemana harus melanjutkan studi lanjut yang tepat ?.
 Ada beberapa pilihan untuk melanjutkan setelah lulus dari SMP atau MTs, yaitu ke pendidikan menengah yang terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah umum diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) atau sekolah yang sederat lainnya.  Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah umum diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA). Pendidikan menengah umum dikelompokkan dalam program studi sesuai dengan kebutuhan untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi dan hidup di dalam masyarakat. Pendidikan menengah umum terdiri atas tiga tingkat.  Pendidikan menengah kejuruan diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Pendidikan menengah kejuruan dikelompokkan dalam bidang kejuruan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dunia industri, ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global, kecuali untuk program kejuruan yang terkait dengan upaya-upaya pelestarian warisan budaya. Pendidikan menengah kejuruan terdiri atas tiga tingkat, dapat juga terdiri atas empat tingkat sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Pendidikan menengah dalam hal ini Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan diantaranya menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi ; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah, dan MA sebagaimana SMA bertujuan untuk mengantarkan siswa memasuki perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi Islam. Akan tetapi dalam kenyataanya tidak semua lulusan SMA atau MA berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena berbagai alasan. Begitu pula dengan lulusan SMK dan MAK.  Banyak sekali tawaran atau  pilihan sekolah yang ada. Dari lembaga yang dikelola oleh negara hingga lembaga swasta dalam negeri maupun kerjasama swasta dalam negeri dan luar negeri. Semua menawakan paket sekolah yang menggiurkan, bahkan juga ada sekolah yang tidak begitu dikenal, kalau mau di grade katakanlah grade satu, dua atau tiga. Siswa tinggal memilih. Dalam hal memilih sekolah setelah lulus dari SMP / MTs tidak boleh dianggap mudah. Dari beberapa pengalaman setiap Penerimaan Siswa Baru (PSB) antara orang tua sebagai (administrator anak) sering tidak sejalan dengan si anak (sebagai pelaksana pendidikan), hal ini karena banyaknya pilihan sekolah dengan beberapa syarat dan ketentuan tertentu. Selain itu, banyak juga orang tua dan anaknya yang was-was dan bingung kalau tidak diterima di sekolah favorit yang diharapkan karena nilai atau persyaratan yang minim, akhirnya harus bolak-balik mencari informasi untuk masuk ke sekolah alternatif berikutnya. Setelah mendapatkan informasi sekolah, tidak sedikit orang tua dan anaknya yang mengalami kesulitan berikutnya dengan faktor-faktor lain seperti jarak tempuh menuju sekolah yang jauh, biaya sekolah yang relatif mahal, lingkungan sekolah dan sebagainya.
Agar tidak mengalami banyak kesulitan dalam proses penentuan dan pemilihan sekolah antara SMA, MA, SMK, MAK serta pertimbangan lainnya, maka setiap siswa perlu mempelajari dan mengetahui apa yang menjadi minat, bakat dan kemampuan dirinya, serta orang tua perlu mempelajari potensi anak, dan guru (sekolah) perlu memberikan bekal pengantar menuju sekolah menengah agar siswa yang melanjutkan sekolah tidak menyesal dikemudian hari. Sesungguhnya masing-masing sekolah baik SMA/MA/SMK/MAK memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu perlu informasi yang cukup dalam memutuskan pilihan diatas agar apa yang menjadi harapan Anda dan orang tua dapat tercapai. ebelumnya sudah disampaikan bahwa untuk pendidikan menengah dalam hal ini Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan untuk menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi ; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah, tapi tidak menutup kemudian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dan MA sebagaimana SMA bertujuan untuk mengantarkan siswa memasuki perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi Islam.  Dalam memilih sekolah antara SMA, MA, SMK dan MAK sangat dipengaruhi oleh minat, bakat dan kemampuan intelektual serta kemampuan keuangan. Semuanya tergantung siswa setelah melihat potensii dirinya. Sebagai informasi tambahan yang dapat memperlihatkan fokus dari masing-masing sekolah menengah dengan berbagai kriteria adalah sebagai berikut :
Kriteria
SMA / MA
SMK / MAK
Materi dan Praktek
Lebih banyak pembelajaran materi dari pada praktek
Lebih banyak pembekalan praktek dari pada pembelajaran materi
Prospek Studi Lanjut
Peluangnya lebih besar, karena materi yang diberikan dipersiapkan untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Memiliki kesempatan yang sama seperti SMA/MA, tapi akan lebih baik memilih jurusan yang sesuai dengan jurusan di SMK. 
Jurusan
Pilihan Jurusan di SMA/MA hanya terdiri dari : - IPA  - IPS  - Bahasa
Pilihan jurusan / program keahlian di SMK sangat banyak. Siswa tinggal memilih sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Contohnya ; Otomotif, Akuntansi, Tata Busana, Teknik Gambar, Instalasi listrik, dll
Peluang Kerja
Lulusan SMA peluang masuk dunia kerja lebih kecil, karena bekal yang didapat di sekolah banyak diberikan materi umum dibandingkan keterampilan tertentu
Lulusan SMK memiliki lebih besar peluang masuk dunia kerja, karena dibekali keterampilan (skill) sesuai dengan jurusannya
Biaya
Biaya pendidikan di SMA relatif lebih kecil dibandingkan dengan SMK, karena di SMA tidak banyak praktek
Biaya pendidikan di SMK relatif lebih mahal dibandingkan SMA/MA, karena banyak praktek, PKL dan lain-lain.
Karakter
Lulusan SMA/MA akan dibentuk menjadi lulusan yang memiliki kapasitas wawasan yang lebih luas sehingga bisa mengambil keputusan yang lebih baik
Lulusan SMK akan di bentuk untuk menjadi seorang profesional dalam bidang yang ditekuninya.
 SMA/MA dan SMK/MAK sebenarnya tidak bisa diperbandingkan begitu saja. Sebab, keduanya memiliki keunggulan dan kelebihan masingmasing. Keunggulan dan kelebihan keduanya seperti diperlihatkan pada tabel diatas.
Setiap keputusan yang dipilih ada konsekuensinya. Untuk itu orang tua dan siswa harus dapat berpikir realistis terhadap masa depan sekolah anaknya yang dipilih. Semua pilihan bagus, baik SMA / MA / SMK maupun MAK  asal memiliki alasan yang tepat.

3 KONDISI MEMPENGARUHI SEMANGAT BELAJAR

3 KONDISI 
MEMPENGARUHI  SEMANGAT  BELAJAR


Semangat belajar siswa memerlukan suatu kondisi yang sangat menunjang terhadap hasil belajar. Kondisi ini meliputi internal dan eksternal.
Kondisi internal Kondisi ini adalah kondisi yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi :
1.  Kondisi fisik Siswa hendaknya bisa menjaga kondisi badannya agar tetap sehat terhindar dari berbagai macam penyakit. Penyakit yang ringan seperti gatal-gatal juga sangat mengganggu dalam belajar, untuk itu siswa hendaknya makan yang bergizi dan menjaga kebersihan badan. Cara menjaga kondisi fisik agar tetap sehat antara lain : a. Olah raga secara rutin dan teratur b. Makan yang bergizi c. Istirahat yang cukup, jangan tidur terlalu malam (hindari begadang yang tidak bermanfaat) d. Menjaga diri (panca indra) untuk melakukan kegiatan dengan benar, misalnya jangan menonton TV terlalu lama, jangan membaca dengan posisi tidur dan sebagainya.
2.  Kondisi psikis Kondisi psikis adalah keadaan bathin, rohani atau jasmani seseorang positif maupun negative. Setiap siswa pasti mengalami kondisi seperti ini, namun kemampuan diri (kapasitas) masing-masing siswa berbeda dalam menghadapinya. Contoh : ada siswa yang merasa harga dirinya kurang apabila ke sekolah tak membawa HP atau HPnya tidak ber merk Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh siswa yang berkaitan dengan kondisi psikis diantaranya : 
- Yang positif : hidup tenang, aman, harmonis, kekeluargaan, riang, penuh keakraban, tanggung jawab dan lain-lain - Yang negatif : iri, sombong, penghasut, kalut, menyendiri, egois, masa bodoh dan sebagainya. Cara mengatasi kondisi psikis yang negative antara lain : a.  Berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran yang dianut b.  Memahami dan menerima diri secara utuh c.  Mulailah hidum secara wajar sebagai seorang pelajar d.  Milikilah semangat hidup yang tinggi jangan mudah berputus asa e.  Selalu menanggapi dengan baik atas kesulitan yang dihadapi f.   Bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat g.  Selalu intropeksi diri sendiri
Kondisi Eksternal Kondisi eksternal siswa itu meliputi kondisi lingkungan di mana siswa berada. Kondisi lingkungan adalah keadaan alam sekitar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajarnya baik lingkungan personal (orang) maupun lingkungan-lingkungan material (sarana dan prasarana). Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mungkin terlepas dari lingkungan tersebut, karena kita adalah makhluk social. Hal-hal yang terkait dengan lingkungan material misalnya : a.  Keadaan rumah dan perabotnya b.  Keadaan sekolah dengan sarana dan prasarananya c.  Lingkungan di sekitar rumah d.  Alat-alat belajar termasuk buku-buku pelajaran dan sebagainya.
Pada kenyataannya lingkungan yang baik akan membawa dampak positif terhadap prestasi belajar siswa, namun sebaliknya lingkungan yang tidak baik justru akan merusak prestasi belajar siswa Contoh : Kondisi rumah yang broken home, pasti membuat anak tidak betah di rumah, akibatnya anak tidak bisa belajar dengan baik.
 Cara mengatasi keadaan lingkungan yang tidak baik : a.  Mampu mengendalikan diri untuk tidak melihat dalam masalah orang tua b.  Memantapkan hati untuk belajar dengan sungguh-sungguh c.  Berani menghadapi masalah dengan tegar (berjiwa besar) d.  Mempunyai kepercayaan diri yang kuat. e.  Berpegang teguh pada ajaran agama yang dianut.

10 PIL SEMANGAT

10 PIL SEMANGAT

 Segala sesuatu yang kita kerjakan harus selalu dibarengi dengan semangat yang tinggi. Karena tanpa semangat kita tidak akan mengerjakan segala sesuatu dengan normal. Ada 10 langkah yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat, yaitu:
1. Membayangkan hasl akhir. Membayangkan hasil akhir yang menyenangkan akan memompa kita untuk berlatih atauberusaa lebih keras lagi.
2. Melihat model yang sukses. Orang yang pernah memiliki perjuangan yang sama dengan kita dan berhasil mempengaruhi kita bersikap positif. Kita akan tambah bersemangat dan memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi sukses dan tidak akan takut untuk mewujudkan cita-cita kita.
3. Mencari keuntungan. Keuntungan-keuntungan lain akan mengalihkan pusat perhatian kita dari hal yang membebani, ke sesuatu yang menyenangkan.
4. Memilih teman yang asyik. Teman-teman yang asyik akan membuat kita tetap bersemangat. Jika ada yang mau ‘jatuh’, maka yang satu akan mendorong. Kita bisa mengubah sasana jadi lebih riang dengan humor-humor kecil maupun obrolannya yang meriah.
5. Memperhatikan penampilan. Dengan memakai baju yang disukai, kita jadi lebih suka pada diri kita, dan jika perlu kita pakai wewangian yang segar.
6. Membawa benda ‘keramat’. Bukan keris atau batu aki. Tapi sejenis batu atau benda-benda lain yang mempunyai kenangan indah.
7. Menjanjikan hadiah pada diri sendiri. Hal ini dapat membantu kita mengalihkan perhatian dari beban menuju harapan dengan memberikan hadiah.
8. Menyayangi diri sendiri. Yang paling tahu kondisi kita adalah diri kita sendiri. Yang paling tahu keinginan kita adalah diri kita juga. Maka diri kitalah yang yang bisa menyemangati diri sendiri.
9. Melihat ke bawah. Jika kita terus melihat ke atas maka kita akan kecewa karena kita akan selalu tampak kurang dibandingkan dengan yang lain. Dan sudah seharusnya kita juga mau melihat kebawah. Kita akan merasa berunung disbanding mereka.
10. Mengingat kesuksesan kita. Kita bisa seperti sekarang ini karena berbagai kesuksesan. Pada saat kita merasa datar-datar saja, kita ingat kesuksesan yang pernah kita alami.


CARA MERAIH PRESTASI DI SEKOLAH




Ada banyak hal yang dapat kita lakukan agar kita dapat berprestasi di sekolah. Mulai dari persiapan diri dalam menghadapi pelajaran, pengaturan waktu sampai dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam belajar. Kalau kita mau meraih sukses di sekolah, kita harus mau menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi pelajaran, baik persiapan yang dilakukan di rumah maupun di sekolah.  Berikut ini 10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah  :
1.  Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu. Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpinan mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
2.  Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
3.  Jangan malu untuk bertanya. Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
4. Kerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
 5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
6.  Cukup istirahat, makan dan bermain. Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7.  Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka. Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi. Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
 9. Cari seorang pembimbing yang baik. Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
10. Jangan suka mencontek teman. Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.


KEUTAMAAN BELAJAR DAN BERILMU

A.  Berilmu Dalam memposisikan kedudukan ilmu, ajaran agama menempatkannya sebagai hal yang penting dan utama. Hal ini dikarenakan ilmu merupakan ukuran bagi kualitas hidup manusia. Selain itu, pesatnya perkembangan ilmu menjadi aset pembangunan, serta berfungsi sebagai pilar kebudayaan.
Terkaitnya dengan tujuan hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat, ilmu sangat berperan dalam mewujudkannya. Isyarat ini diberikan Nabi Muhammad SAW. dengan sabdanya, "Barang siapa yang ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan barang siapa yang ingin mendapatkan kebahagian akhiratnya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan barang siapa yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan keduanya juga dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan." Dari hadis di atas, jelas ajaran Islam menempatkan ilmu sebagai salah satu alat untuk mencapai kebahagaian di dunia, maupun di akhirat. Bahkan sejak awal kelahirannya, agama Islam telah menghargai ilmu dan akal. Secara tegas hal tersebut dinyatakan dalam Al - Qur'an dengan turunnya ayat pertama yang berisi perintah membaca. Perintah ini mengandung makna untuk mencari ilmu. Selain itu, Nabi mendorong umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hidupnya, selama ada kesempatan, meskipun dengan cara merantau ke negeri Cina. Dengan demikian, segala macam ilmu boleh dicari, dan dipelajari asalkan mendatangkan manfaat bagi dirinya, dan bagi orang lain. Dengan ilmu yang dimilikinya, seseorang akan dihormati dan semakin bertambah tinggi derajatnya di hadapan Allah. Sahabat Ali ketika oleh 10 orang yang ingin mengujinya ditanya,”Manakah yang lebih utama: ilmu atau harta,” dengan tegas dan argumentative dia menjawab, jelas ilmu yang lebih utama karena dengan :
1. Ilmu merupakan warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun,   Fir’aun dan orang – orang serakah dan durhaka lainnya;
2. Ilmu akan senatiasa menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus selalu dijaga pemilkinya; Hartawan cenderung punya banyak musuh, sedangkan ilmuan biasanya punya banyak teman;
3. Apabila digunakan, harta berkurang, sedangkan ilmu akan bertambah; Pemilik harta cenderung memperoleh predikat yang jelek – jelek (pelit, angkuh, dan sebagainya), sedangkan pemilik ilmu cenderung memperoleh predikat yang baik – baik;
4. Harta harus dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak;
5. Orang yang memiliki harta akan banyak dihisab pada hari Kiamat, sedangkan orang yang memiliki ilmu akan memperoleh pertolongan karena ilmunya itu;
6. Harta mengalami kerusakan, sedangkan ilmu sebaliknya;
7. Harta membuat hati keras, sedangkan ilmu menyinari hati;
8. Harta mengantarkan pemiliknya menganggap dirinya tuhan, sedangkan ilmu membuat pemiliknya merasa sebagai hamba.
B. Pentingnya Belajar Menuntut Ilmu  BELAJAR. Mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”. Dengan banyak ”belajar” kita menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan. Orang sekitar kita pun akan melihat dan merasakan ”aset” pengetahuan yang kita miliki, sehingga mereka akan datang kepada kita untuk mendapatkan ”solusi” yang mereka cari. Belajar adalah proses untuk mengerti sesuatu. Belajar dan mengajar ilmu sama pentingnya. Keduanya tidak bisa dipisah-pisahkan. Orang yang merasa tidak mempunyai ilmu wajib menuntut ilmu. "Seseorang itu tidaklah akan dilahirkan dalam keadaan pandai. Jadi, ilmu pengetahuan itu pastilah harus diusahakan dengan belajar" (Muhammad Jamaluddin Alqasimi Addimasyqi, terjemahan. Moh. Abdai Rathamy, 1973:19).
Jika dalam hidup dan kehidupan di dunia ini tidak ada ilmu, manusia kehilangan arah panutan dalam berprilaku sehingga dalam hidupnya benar - benar seperti bintang. Dengan ilmu yang dimilikinya seseorang mampu menerjemahkan, memahami, dan meneliti, serta dapat mengetahui yang benar dan yang salah. Juga mampu membedakan barang yang halal, dan yang haram. Selain itu juga mampu memilah mana yang wajib dan mana yang sunat.
Pengalaman (terutama kegagalan, kesuksesan, kesalahan) adalah guru yang terbaik. Jadi, jangan pernah melewatkan kesuksesan yang kita raih, kegagalan yang kita alami, dan kesalahan yang kita lakukan tanpa memetik pengalaman dari hal-hal tersebut. Tetapi waktu kita untuk belajar dari pengalaman sangat terbatas. Kita tidak akan bisa memanfaatkan semua waktu yang kita dapatkan untuk mempelajari semua yang kita perlukan. Untuk itu, kita perlu belajar cerdas dan bijak. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah belajar tidak hanya dari pengalaman kita sendiri, terutama adalah belajar dari pengalaman orang lain. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses.
Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan.
 Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak.

Selamat belajar!!!!!!


PENGEMBANGAN SIKAP BELAJAR SECARA OPTIMAL

Kalian sebagai siswa atau pelajar, tugas utama kalian adalah belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, diperlukan teknik belajar yang baik. Cara belajar pun perlu dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dan cepat dimengerti oleh kalian. Teknik belajar adalah cara-cara yang digunakan dalam belajar. Tidak sebatas itu juga, teknik belajar disini juga dapat diartikan cara kita menerima ilmu serta cara mengolah ilmu. Jika cara belajar kalian dilandasi dengan cara belajar yang tepat maka kalian tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk memahami bahan pelajaran. Waktu yang tidak lama dalam belajar ini otomatis akan dapat menghemat waktu dan tenaga kalian dan hasilnya akan tercapai secara optimal.  Antara kalian dengan teman yang lain akan mempunyai cara belajar yang berbeda. Karena cara yang kalian gunakan dalam belajar belum tentu sesuai dengan orang lain. Ada yang belajar dengan cara mendengar saja sudah dapat menguasai pelajaran, ada yang harus mendengarkan musik ketika belajar, tetapi ada juga yang lebih memahami pelajaran dengan belajar di tempat yang sunyi. Ada beberapa hal yang perlu dikuasai dalam teknik belajar, yaitu :  1. Teknik mendengar  2. Teknik mencatat  3. Teknik mengamati  4. Teknik menghafal 5. Teknik memahami 6. Teknik menyimpulkan  Semua teknik diatas haruslah kalian praktikan dan latih terus menerus, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar.  Teknik mendengar haruslah dikuasai dengan baik. Seorang pelajar harus dapat memfungsikan alat pendengaran sebaik mungkin. Mendengarkan secara seksama dan penuh perhatian semua uraian dan
keterangan bapak ibu guru kalian yang sedang mengajar. Hal-hal yang diuraikan bapak ibu guru di depan kelas, biasanya adalah hal-hal yang dinilai penting oleh bapak ibu guru yang nantinya akan menjadi bahan ulangan atau tes. Mencatat pelajaran pun juga diperlukan teknik, supaya nanti ketika kita belajar/mengulangi membaca catatan tidak akan bingung, dan tidak memahami catatannya sendiri. Dengan catatan, ilmu yang kita dapatkan dari guru tidak akan hilang begitu saja. Jadi ada dokumen pelajaran yang dapat kita simpan dan sewaktu-waktu dapat kita buka, kita baca dan pelajari lagi. Catatan dapat kita anggap baik, apabila :  1. Catatan lengkap 2. Bersih  3. Rapi, teratur dan jelas 4. Mudah dibaca oleh kita sendiri dan orang lain. Konsentrasi saat menerima pelajaran dan saat belajar haruslah ditimbulkan. Pusatkan pikiran kalian (fokus) pada pelajaran yang kalian terima. Jauhkanlah pikiran-pikiran lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Ketika konsentrasi sudah dapat kalian kuasai saat pelajaran, kalian akan dengan mudah memahami suatu pelajaran. Hubungkan pelajaran yang telah diberikan bapak ibu guru kalian dengan hal-hal di luar atau di lingkungan sekitar kalian. Amatilah, dan kalian akan lebih mudah lagi untuk memahami dan menyimpulkan suatu masalah/pelajaran tertentu. Menghafal materi pelajaran pun diperlukan strategi, agar lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.  1. Mempunyai niat dan perhatian penuh pada materi yang akan dihafalkan  2. Lakukan secara teratur dan terus menerus 3. Gunakan teknik yang sesuai dengan diri kalian. Misalnya, menghafal melalui membaca dalam hati dengan penuh perhatian, diingat kemudian dikeluarkan lagi melalui kata-kata. Menghafal dengan teknik lainpun bisa dilakukan, misalnya dengan cara membaca
terlebih dahulu, kemudian dengan cara menuliskan kembali bahan yang diingat di atas kertas.  4. Aturlah waktu. Jangan terlalu lama waktunya, karena otak mempunyai keterbatasan untuk bekerja, atau menghafal semalam suntuk (mendadak) hanya karena akan ada ulangan saja.  Materi yang memerlukan pengertian yang dalam hendaklah dihafal melalui penglihatan. Bahan itu dipandang dengan seksama, kalimat yang satu dihubungkan dengan yang lain dalam otak sambil pikiran terus bekerja untuk menghafal apa yang dilihat itu. Untuk bahan yang berupa bagan, grafik, peta, gambar demikian pula rumus-rumus, yang wujudnya ruwet atau apapun yang tidak dinyatakan dengan perkataan lebih tepat dihafalkan dengan gerak tangan. Sebaiknya hal ini dilakukan dengan memakai pensil dan kertas sehingga kalau ada kesalahan dapat diketahui. Dengan proses ini hafalan akan lebih mudah masuk ke dalam otak karena gerakan-gerakan tangan dapat membantu usaha tersebut. Bahan pelajaran yang berupa definisi atau pokok-pokok pikiran yang memerlukan perumusan kata demi kata dengan sangat tepat sebaiknya dibaca dan dihafal dengan bersuara. Suara yang ditangkap oleh telinga akan berkumandang dalam pikiran sehingga kelak dapat diucapkan kembali dengan tepat. Jika setiap pelajaran dapat menggunakan ketiga metode tersebut menurut kebutuhan dan perlu dilakukan secara kombinasi pasti ia dapat menghafal setiap mata pelajaran dengan efisien.  Untuk dapat mengulangi pelajaran dengan baik diperlukan cara atau pedoman yang tepat untuk belajar. Ada beberapa cara/pedoman yang perlu diperhatikan untuk selanjutnya dipraktikkan dan dibiasakan :  
1. Berdoa, memohon kepada Tuhan sebelum dan sesudah belajar agar selalu diberi ilmu yang bermanfaat didunia dan akherat 
2. Disiplin waktu untuk mengulangi pelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan  
3. Bersikap gembira dan optimis bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan pribadi bukan merupakan beban kehidupan
4. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan niat yang mantap untuk menambah ilmu pengetahuan  
5. Ulangi pelajaran dengan tekun, bersemangat, penuh konsentrasi dan bersungguh-sungguh  
6. Menggunakan metode belajar yang efisien, metode menghafal yang sesuai dan mudah menguasai  7. Carilah suasana yang mendukung (tidak terlalu bising)  
8. Berusaha mengerti dan hafal semua pokok-pokok materi sampai pada perincian-perinciannya 
9. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani 
10. Membuat ringkasan untuk semua mata pelajaran  
11. Mencatat hal-hal yang tidak/kurang mengerti kemudian menanyakannya kepada yang ahli 
12. Berusaha memecahkan/mengerjakan masalah-masalah atau soal-soal yang ada di buku pelajaran dan selalu berlatih soal-soal 
13. Membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri dan mencari jawabannya 
14. Mengadakan tanya jawab dan berdiskusi dengan teman
15. Memperluas materi pelajaran dengan membaca buku-buku yang ada hubungannya dengan pelajaran tersebut di perpustakaan sekolah/perpustakaan umum 




Refrensi: Materi Bimbingan dan Konseling, PARAMITRA


MOTIVASI  BELAJAR

Motivasi belajar adalah: salah satu penyemangat bagi anak-anak sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik.
Hari-hari pertama di kelas VII atau kelas IX adalah suatu kebanggan tersendiri, karena telah berhasil melampaui perjuangan yang cukup berat. Namun hasil yang telah dicapai tersebut sekarang harus dipertanggungjawabkan. Perjuangan belum akhir, dimana kita harus mengakhiri masa belajar SMP dan untuk kemudian melanjutkan ke SMA/MA atau SMK, Perguruan Tinggi, Bekerja dan seterusnya. Pada prinsip sepanjang hidupnya manusia akan menghadapi perjuangan, dan untuk dapat melampaui setiap perjuangan perlu adanya semangat atau motivasi. Perhatikan ilustrasi berikut :
1. Ani ingin menjadi dokter, maka setiap hari Ani selalu berusaha menyiapkan diri dengan seabik-baiknya mulai dari belajar, mengerjakan tugas-tugas, latihan soal, membuat catatan, diskusi/belajar kelompok, sampai berusaha memahami bagaimana seharusnya berkepribadian seorang dokter, disamping selalu berdoa dan rajin beribadah. Karena kerja kerasnya  itu maka Ani selalu mendapat peringkat terbaik disekolahnya. Keinginan yang kuat ANi dapat memotivasi dirinya dalam belajar.
2. Roni mempunyai kegemaran main gitar. Ia ingin sekali memiliki gitar, tetapi tabungannya belum cukup. Mengetahui hal tersebut orang tua ROni mengatakan bahwa kalau ingin dibelikan gitar, nanti kalau naik kelas dan nilainya dapat mencapai peringkat 5 besar. Mendengar kata-kata ayahnya, Roni menjadi tambah semangat belajarnya. Ia betul-betul belajar keras dan berdoa agar memenuhi harapan orang tuanya. Contoh diatas memberikan gambaran bahwa semangat belajar ROni timbul karena factor luar, yaitu ingin mendapat  gitar dan ingin memenuhi harapan orang tuanya.
3. Rudi adalah anak pertama dari tiga bersaudara, adiknya masih kecil-kecil, Rudi adalah harapan satu-satunya orang tuanya yang akan dapat membantu ekonomi keluarga. Tapi sayangnya Rudi
mempunayi pandangan yang berbeda dengan orang tuanya. Sebagai anak yang mulai berangkat remaja, ia ingin ‘gaul’ seperti teman-temannya. Dengan dalih kebebasan, ia tidak segan-segan membantah nasehat orang tuanya. Hampir setiap hari ia ‘nongkrong’ bersama teman-temannya, kadang-kadang sampai larut alam, sehingga paginya malas untuk masuk sekolah. Kalau sudah demikian itu ia terus bolos sekolah, juga tidak pulang ke rumah, melainkan jalan-jalan kebeberapa tempat hiburan. Suatu hari ditanya oleh guru pembingan kenapa tidak masuk sekolah, jawabnya sederhan yaitu ‘malas’ Memperhatikan cerita Rudi, timbul pertanyaan “kenapa Rudi malas?” Rudi malas karena pada dirinya ridak ada motivasi.
Mengapa tidak ada motivasi ?
 Jawabnya adalah karena Rudi : (a). TIdak mempunyai tujuan/cita-cita yang jelas dan kuat. (b). Tidak memahami keinginan orang tuanya (c). Tidak memahahi bahwa hidup itu penuhh kesulitan (d). Tidak memahami aturan dan tata tertiib sekolah (e). Tidak memahami diri (tugas dan kewajiban sendiri
Dari beberapa ilustrasi dapat diketuhi bahwa motivasi sangat diperlukan dalam mencapai suatu tujuan. Juga dapat diketahui bahwa motivasi ada yang berasal dari dalam diri dan ada yang berasal dari luar diri.
Adapun factor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengembangkan motivasi belajar adalah :
- Setiap usaha belajar perlu ditetapkan niat dan tujuan yang jelas - Merencanakan kegitan belajar sebaik-baiknya - Memahami setiap hambatan yang dihadapi dalam belajar. - Berdoa untuk keberhasilan - Selalu mawas diri dan mengembangkan kesadaran untuk lebih memahami diri. Semakin dalam pemahaman diri seseorang semakin besar semangata yang akan muncul. - Mau menerima masukan dari orang lain - Memahami norma-norma tentang belajar yang baik - Mempunyai rencana masa depan.

Motivasi harus selau ada dan dipelihara, agar senantiasa hidup menggelora didalam jiwa kita semuanya. Kalau kita kehilangan semangat, badan rasanya lemah, malas, tidak bergairah, tidak berdaya, bahkan merasa tidak berharga. Sungguh ini sangat merugikan. Jadi motivasi sangat diperlukan untuk keberhasilan seseorang dalam belajar adalah idaman setiap orang dalam berusaha. Agar kita memahami usaha-usaha apakah yang perlu diperhatikan, perhatikan hal-hal berikut ini :
A. Persyaratan akademis, meliputi : 1. Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2. Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar baik dirumah maupuan di sekolah 4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar 5. Kelengkapan catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR) dengan baik

B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi : 1. Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya - Menperhatikan pelajaran 2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra  kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3. Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut.
- Menjaga keberhasilan diri dan lingkungannya. - Buku-buku pelajaran diampul rapid an bersih - Membuang sampah ditempatnya. C. Faktor ‘X’ Untuk dapat naik kelas, selain memperhatikan persyaratan akademis dan budi pekerti masih ada hal lain yang menentukan yaitu factor ‘X’. Manusia hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan Yang Maha Esa jualah yang menentukan usaha kita berhasil atau tidak, itulah sebabnya dengan factor ‘X’. Oleh karena itu setelah kita memperhatikan semua usaha, sebaiknya kita selalu berdoa baik sebelum maupun sesudah belajar, dan setiap selesai sembahyang, agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa member petunjuk dan kemudahan kepada kita serta meridhoi semua yang telah kita lakukan.
 Soal! (7D,
1.       Persyaratan akademis, meliputi : 1. Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2. Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar baik dirumah maupuan di sekolah 4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar 5. Kelengkapan catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR) dengan baik

 B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi : 
1. Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya - Menperhatikan pelajaran 
2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra  kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3. Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut.


refrensi: Paramitra, materi Bimbingan dan Konseling 2013