MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar
adalah: salah satu penyemangat bagi anak-anak sekolah untuk mencapai tujuan
pendidikan yang baik.
Hari-hari
pertama di kelas VII atau kelas IX adalah suatu kebanggan tersendiri, karena
telah berhasil melampaui perjuangan yang cukup berat. Namun hasil yang telah
dicapai tersebut sekarang harus dipertanggungjawabkan. Perjuangan belum akhir,
dimana kita harus mengakhiri masa belajar SMP dan untuk kemudian melanjutkan ke
SMA/MA atau SMK, Perguruan Tinggi, Bekerja dan seterusnya. Pada prinsip
sepanjang hidupnya manusia akan menghadapi perjuangan, dan untuk dapat
melampaui setiap perjuangan perlu adanya semangat atau motivasi. Perhatikan
ilustrasi berikut :
1. Ani ingin
menjadi dokter, maka setiap hari Ani selalu berusaha menyiapkan diri dengan
seabik-baiknya mulai dari belajar, mengerjakan tugas-tugas, latihan soal,
membuat catatan, diskusi/belajar kelompok, sampai berusaha memahami bagaimana
seharusnya berkepribadian seorang dokter, disamping selalu berdoa dan rajin beribadah.
Karena kerja kerasnya itu maka Ani
selalu mendapat peringkat terbaik disekolahnya. Keinginan yang kuat ANi dapat
memotivasi dirinya dalam belajar.
2. Roni mempunyai kegemaran main gitar. Ia
ingin sekali memiliki gitar, tetapi tabungannya belum cukup. Mengetahui hal
tersebut orang tua ROni mengatakan bahwa kalau ingin dibelikan gitar, nanti
kalau naik kelas dan nilainya dapat mencapai peringkat 5 besar. Mendengar
kata-kata ayahnya, Roni menjadi tambah semangat belajarnya. Ia betul-betul
belajar keras dan berdoa agar memenuhi harapan orang tuanya. Contoh diatas
memberikan gambaran bahwa semangat belajar ROni timbul karena factor luar,
yaitu ingin mendapat gitar dan ingin
memenuhi harapan orang tuanya.
3. Rudi adalah anak pertama dari tiga bersaudara,
adiknya masih kecil-kecil, Rudi adalah harapan satu-satunya orang tuanya yang
akan dapat membantu ekonomi keluarga. Tapi sayangnya Rudi
mempunayi
pandangan yang berbeda dengan orang tuanya. Sebagai anak yang mulai berangkat
remaja, ia ingin ‘gaul’ seperti teman-temannya. Dengan dalih kebebasan, ia
tidak segan-segan membantah nasehat orang tuanya. Hampir setiap hari ia
‘nongkrong’ bersama teman-temannya, kadang-kadang sampai larut alam, sehingga
paginya malas untuk masuk sekolah. Kalau sudah demikian itu ia terus bolos
sekolah, juga tidak pulang ke rumah, melainkan jalan-jalan kebeberapa tempat
hiburan. Suatu hari ditanya oleh guru pembingan kenapa tidak masuk sekolah,
jawabnya sederhan yaitu ‘malas’ Memperhatikan cerita Rudi, timbul pertanyaan
“kenapa Rudi malas?” Rudi malas karena pada dirinya ridak ada motivasi.
Mengapa
tidak ada motivasi ?
Jawabnya adalah karena Rudi : (a). TIdak mempunyai
tujuan/cita-cita yang jelas dan kuat. (b). Tidak memahami keinginan orang tuanya (c). Tidak memahahi bahwa hidup itu penuhh kesulitan (d). Tidak memahami aturan dan
tata tertiib sekolah (e). Tidak memahami diri (tugas dan kewajiban sendiri
Dari beberapa
ilustrasi dapat diketuhi bahwa motivasi sangat diperlukan dalam mencapai suatu
tujuan. Juga dapat diketahui bahwa motivasi ada yang berasal dari dalam diri
dan ada yang berasal dari luar diri.
Adapun
factor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengembangkan motivasi belajar
adalah :
- Setiap usaha
belajar perlu ditetapkan niat dan tujuan yang jelas - Merencanakan kegitan belajar
sebaik-baiknya - Memahami setiap hambatan yang dihadapi dalam belajar. - Berdoa
untuk keberhasilan - Selalu mawas diri dan mengembangkan kesadaran untuk lebih
memahami diri. Semakin dalam pemahaman diri seseorang semakin besar semangata
yang akan muncul. - Mau menerima masukan dari orang lain - Memahami norma-norma
tentang belajar yang baik - Mempunyai rencana masa depan.
Motivasi harus
selau ada dan dipelihara, agar senantiasa hidup menggelora didalam jiwa kita
semuanya. Kalau kita kehilangan semangat, badan rasanya lemah, malas, tidak
bergairah, tidak berdaya, bahkan merasa tidak berharga. Sungguh ini sangat
merugikan. Jadi motivasi sangat diperlukan untuk keberhasilan seseorang dalam
belajar adalah idaman setiap orang dalam berusaha. Agar kita memahami
usaha-usaha apakah yang perlu diperhatikan, perhatikan hal-hal berikut ini :
A. Persyaratan
akademis, meliputi : 1. Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2.
Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar
baik dirumah maupuan di sekolah 4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang
kegiatan belajar 5. Kelengkapan catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR)
dengan baik
B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi : 1.
Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah
kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya -
Menperhatikan pelajaran 2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar
mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra
kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional
maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau
tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3.
Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai
pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna
rambut.
- Menjaga
keberhasilan diri dan lingkungannya. - Buku-buku pelajaran diampul rapid an
bersih - Membuang sampah ditempatnya. C. Faktor ‘X’ Untuk dapat naik kelas,
selain memperhatikan persyaratan akademis dan budi pekerti masih ada hal lain
yang menentukan yaitu factor ‘X’. Manusia hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan
Yang Maha Esa jualah yang menentukan usaha kita berhasil atau tidak, itulah
sebabnya dengan factor ‘X’. Oleh karena itu setelah kita memperhatikan semua
usaha, sebaiknya kita selalu berdoa baik sebelum maupun sesudah belajar, dan
setiap selesai sembahyang, agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa member petunjuk
dan kemudahan kepada kita serta meridhoi semua yang telah kita lakukan.
Soal! (7D,
1.
Persyaratan akademis, meliputi : 1. Hasil
ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2. Kehadiran disekolah hendaknya
sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar baik dirumah maupuan di sekolah
4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar 5. Kelengkapan
catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR) dengan baik
B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi :
1.
Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah
kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya -
Menperhatikan pelajaran
2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar
mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra
kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional
maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau
tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3.
Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai
pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna
rambut.
refrensi: Paramitra, materi Bimbingan dan Konseling 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar