Senin, 18 November 2019



CARA MERAIH PRESTASI DI SEKOLAH




Ada banyak hal yang dapat kita lakukan agar kita dapat berprestasi di sekolah. Mulai dari persiapan diri dalam menghadapi pelajaran, pengaturan waktu sampai dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam belajar. Kalau kita mau meraih sukses di sekolah, kita harus mau menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi pelajaran, baik persiapan yang dilakukan di rumah maupun di sekolah.  Berikut ini 10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah  :
1.  Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu. Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpinan mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
2.  Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
3.  Jangan malu untuk bertanya. Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
4. Kerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
 5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
6.  Cukup istirahat, makan dan bermain. Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7.  Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka. Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi. Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
 9. Cari seorang pembimbing yang baik. Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
10. Jangan suka mencontek teman. Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.


KEUTAMAAN BELAJAR DAN BERILMU

A.  Berilmu Dalam memposisikan kedudukan ilmu, ajaran agama menempatkannya sebagai hal yang penting dan utama. Hal ini dikarenakan ilmu merupakan ukuran bagi kualitas hidup manusia. Selain itu, pesatnya perkembangan ilmu menjadi aset pembangunan, serta berfungsi sebagai pilar kebudayaan.
Terkaitnya dengan tujuan hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat, ilmu sangat berperan dalam mewujudkannya. Isyarat ini diberikan Nabi Muhammad SAW. dengan sabdanya, "Barang siapa yang ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan barang siapa yang ingin mendapatkan kebahagian akhiratnya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan barang siapa yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan keduanya juga dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan." Dari hadis di atas, jelas ajaran Islam menempatkan ilmu sebagai salah satu alat untuk mencapai kebahagaian di dunia, maupun di akhirat. Bahkan sejak awal kelahirannya, agama Islam telah menghargai ilmu dan akal. Secara tegas hal tersebut dinyatakan dalam Al - Qur'an dengan turunnya ayat pertama yang berisi perintah membaca. Perintah ini mengandung makna untuk mencari ilmu. Selain itu, Nabi mendorong umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hidupnya, selama ada kesempatan, meskipun dengan cara merantau ke negeri Cina. Dengan demikian, segala macam ilmu boleh dicari, dan dipelajari asalkan mendatangkan manfaat bagi dirinya, dan bagi orang lain. Dengan ilmu yang dimilikinya, seseorang akan dihormati dan semakin bertambah tinggi derajatnya di hadapan Allah. Sahabat Ali ketika oleh 10 orang yang ingin mengujinya ditanya,”Manakah yang lebih utama: ilmu atau harta,” dengan tegas dan argumentative dia menjawab, jelas ilmu yang lebih utama karena dengan :
1. Ilmu merupakan warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun,   Fir’aun dan orang – orang serakah dan durhaka lainnya;
2. Ilmu akan senatiasa menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus selalu dijaga pemilkinya; Hartawan cenderung punya banyak musuh, sedangkan ilmuan biasanya punya banyak teman;
3. Apabila digunakan, harta berkurang, sedangkan ilmu akan bertambah; Pemilik harta cenderung memperoleh predikat yang jelek – jelek (pelit, angkuh, dan sebagainya), sedangkan pemilik ilmu cenderung memperoleh predikat yang baik – baik;
4. Harta harus dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak;
5. Orang yang memiliki harta akan banyak dihisab pada hari Kiamat, sedangkan orang yang memiliki ilmu akan memperoleh pertolongan karena ilmunya itu;
6. Harta mengalami kerusakan, sedangkan ilmu sebaliknya;
7. Harta membuat hati keras, sedangkan ilmu menyinari hati;
8. Harta mengantarkan pemiliknya menganggap dirinya tuhan, sedangkan ilmu membuat pemiliknya merasa sebagai hamba.
B. Pentingnya Belajar Menuntut Ilmu  BELAJAR. Mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”. Dengan banyak ”belajar” kita menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan. Orang sekitar kita pun akan melihat dan merasakan ”aset” pengetahuan yang kita miliki, sehingga mereka akan datang kepada kita untuk mendapatkan ”solusi” yang mereka cari. Belajar adalah proses untuk mengerti sesuatu. Belajar dan mengajar ilmu sama pentingnya. Keduanya tidak bisa dipisah-pisahkan. Orang yang merasa tidak mempunyai ilmu wajib menuntut ilmu. "Seseorang itu tidaklah akan dilahirkan dalam keadaan pandai. Jadi, ilmu pengetahuan itu pastilah harus diusahakan dengan belajar" (Muhammad Jamaluddin Alqasimi Addimasyqi, terjemahan. Moh. Abdai Rathamy, 1973:19).
Jika dalam hidup dan kehidupan di dunia ini tidak ada ilmu, manusia kehilangan arah panutan dalam berprilaku sehingga dalam hidupnya benar - benar seperti bintang. Dengan ilmu yang dimilikinya seseorang mampu menerjemahkan, memahami, dan meneliti, serta dapat mengetahui yang benar dan yang salah. Juga mampu membedakan barang yang halal, dan yang haram. Selain itu juga mampu memilah mana yang wajib dan mana yang sunat.
Pengalaman (terutama kegagalan, kesuksesan, kesalahan) adalah guru yang terbaik. Jadi, jangan pernah melewatkan kesuksesan yang kita raih, kegagalan yang kita alami, dan kesalahan yang kita lakukan tanpa memetik pengalaman dari hal-hal tersebut. Tetapi waktu kita untuk belajar dari pengalaman sangat terbatas. Kita tidak akan bisa memanfaatkan semua waktu yang kita dapatkan untuk mempelajari semua yang kita perlukan. Untuk itu, kita perlu belajar cerdas dan bijak. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah belajar tidak hanya dari pengalaman kita sendiri, terutama adalah belajar dari pengalaman orang lain. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses.
Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan.
 Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak.

Selamat belajar!!!!!!


PENGEMBANGAN SIKAP BELAJAR SECARA OPTIMAL

Kalian sebagai siswa atau pelajar, tugas utama kalian adalah belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, diperlukan teknik belajar yang baik. Cara belajar pun perlu dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dan cepat dimengerti oleh kalian. Teknik belajar adalah cara-cara yang digunakan dalam belajar. Tidak sebatas itu juga, teknik belajar disini juga dapat diartikan cara kita menerima ilmu serta cara mengolah ilmu. Jika cara belajar kalian dilandasi dengan cara belajar yang tepat maka kalian tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk memahami bahan pelajaran. Waktu yang tidak lama dalam belajar ini otomatis akan dapat menghemat waktu dan tenaga kalian dan hasilnya akan tercapai secara optimal.  Antara kalian dengan teman yang lain akan mempunyai cara belajar yang berbeda. Karena cara yang kalian gunakan dalam belajar belum tentu sesuai dengan orang lain. Ada yang belajar dengan cara mendengar saja sudah dapat menguasai pelajaran, ada yang harus mendengarkan musik ketika belajar, tetapi ada juga yang lebih memahami pelajaran dengan belajar di tempat yang sunyi. Ada beberapa hal yang perlu dikuasai dalam teknik belajar, yaitu :  1. Teknik mendengar  2. Teknik mencatat  3. Teknik mengamati  4. Teknik menghafal 5. Teknik memahami 6. Teknik menyimpulkan  Semua teknik diatas haruslah kalian praktikan dan latih terus menerus, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar.  Teknik mendengar haruslah dikuasai dengan baik. Seorang pelajar harus dapat memfungsikan alat pendengaran sebaik mungkin. Mendengarkan secara seksama dan penuh perhatian semua uraian dan
keterangan bapak ibu guru kalian yang sedang mengajar. Hal-hal yang diuraikan bapak ibu guru di depan kelas, biasanya adalah hal-hal yang dinilai penting oleh bapak ibu guru yang nantinya akan menjadi bahan ulangan atau tes. Mencatat pelajaran pun juga diperlukan teknik, supaya nanti ketika kita belajar/mengulangi membaca catatan tidak akan bingung, dan tidak memahami catatannya sendiri. Dengan catatan, ilmu yang kita dapatkan dari guru tidak akan hilang begitu saja. Jadi ada dokumen pelajaran yang dapat kita simpan dan sewaktu-waktu dapat kita buka, kita baca dan pelajari lagi. Catatan dapat kita anggap baik, apabila :  1. Catatan lengkap 2. Bersih  3. Rapi, teratur dan jelas 4. Mudah dibaca oleh kita sendiri dan orang lain. Konsentrasi saat menerima pelajaran dan saat belajar haruslah ditimbulkan. Pusatkan pikiran kalian (fokus) pada pelajaran yang kalian terima. Jauhkanlah pikiran-pikiran lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Ketika konsentrasi sudah dapat kalian kuasai saat pelajaran, kalian akan dengan mudah memahami suatu pelajaran. Hubungkan pelajaran yang telah diberikan bapak ibu guru kalian dengan hal-hal di luar atau di lingkungan sekitar kalian. Amatilah, dan kalian akan lebih mudah lagi untuk memahami dan menyimpulkan suatu masalah/pelajaran tertentu. Menghafal materi pelajaran pun diperlukan strategi, agar lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.  1. Mempunyai niat dan perhatian penuh pada materi yang akan dihafalkan  2. Lakukan secara teratur dan terus menerus 3. Gunakan teknik yang sesuai dengan diri kalian. Misalnya, menghafal melalui membaca dalam hati dengan penuh perhatian, diingat kemudian dikeluarkan lagi melalui kata-kata. Menghafal dengan teknik lainpun bisa dilakukan, misalnya dengan cara membaca
terlebih dahulu, kemudian dengan cara menuliskan kembali bahan yang diingat di atas kertas.  4. Aturlah waktu. Jangan terlalu lama waktunya, karena otak mempunyai keterbatasan untuk bekerja, atau menghafal semalam suntuk (mendadak) hanya karena akan ada ulangan saja.  Materi yang memerlukan pengertian yang dalam hendaklah dihafal melalui penglihatan. Bahan itu dipandang dengan seksama, kalimat yang satu dihubungkan dengan yang lain dalam otak sambil pikiran terus bekerja untuk menghafal apa yang dilihat itu. Untuk bahan yang berupa bagan, grafik, peta, gambar demikian pula rumus-rumus, yang wujudnya ruwet atau apapun yang tidak dinyatakan dengan perkataan lebih tepat dihafalkan dengan gerak tangan. Sebaiknya hal ini dilakukan dengan memakai pensil dan kertas sehingga kalau ada kesalahan dapat diketahui. Dengan proses ini hafalan akan lebih mudah masuk ke dalam otak karena gerakan-gerakan tangan dapat membantu usaha tersebut. Bahan pelajaran yang berupa definisi atau pokok-pokok pikiran yang memerlukan perumusan kata demi kata dengan sangat tepat sebaiknya dibaca dan dihafal dengan bersuara. Suara yang ditangkap oleh telinga akan berkumandang dalam pikiran sehingga kelak dapat diucapkan kembali dengan tepat. Jika setiap pelajaran dapat menggunakan ketiga metode tersebut menurut kebutuhan dan perlu dilakukan secara kombinasi pasti ia dapat menghafal setiap mata pelajaran dengan efisien.  Untuk dapat mengulangi pelajaran dengan baik diperlukan cara atau pedoman yang tepat untuk belajar. Ada beberapa cara/pedoman yang perlu diperhatikan untuk selanjutnya dipraktikkan dan dibiasakan :  
1. Berdoa, memohon kepada Tuhan sebelum dan sesudah belajar agar selalu diberi ilmu yang bermanfaat didunia dan akherat 
2. Disiplin waktu untuk mengulangi pelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan  
3. Bersikap gembira dan optimis bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan pribadi bukan merupakan beban kehidupan
4. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan niat yang mantap untuk menambah ilmu pengetahuan  
5. Ulangi pelajaran dengan tekun, bersemangat, penuh konsentrasi dan bersungguh-sungguh  
6. Menggunakan metode belajar yang efisien, metode menghafal yang sesuai dan mudah menguasai  7. Carilah suasana yang mendukung (tidak terlalu bising)  
8. Berusaha mengerti dan hafal semua pokok-pokok materi sampai pada perincian-perinciannya 
9. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani 
10. Membuat ringkasan untuk semua mata pelajaran  
11. Mencatat hal-hal yang tidak/kurang mengerti kemudian menanyakannya kepada yang ahli 
12. Berusaha memecahkan/mengerjakan masalah-masalah atau soal-soal yang ada di buku pelajaran dan selalu berlatih soal-soal 
13. Membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri dan mencari jawabannya 
14. Mengadakan tanya jawab dan berdiskusi dengan teman
15. Memperluas materi pelajaran dengan membaca buku-buku yang ada hubungannya dengan pelajaran tersebut di perpustakaan sekolah/perpustakaan umum 




Refrensi: Materi Bimbingan dan Konseling, PARAMITRA


MOTIVASI  BELAJAR

Motivasi belajar adalah: salah satu penyemangat bagi anak-anak sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik.
Hari-hari pertama di kelas VII atau kelas IX adalah suatu kebanggan tersendiri, karena telah berhasil melampaui perjuangan yang cukup berat. Namun hasil yang telah dicapai tersebut sekarang harus dipertanggungjawabkan. Perjuangan belum akhir, dimana kita harus mengakhiri masa belajar SMP dan untuk kemudian melanjutkan ke SMA/MA atau SMK, Perguruan Tinggi, Bekerja dan seterusnya. Pada prinsip sepanjang hidupnya manusia akan menghadapi perjuangan, dan untuk dapat melampaui setiap perjuangan perlu adanya semangat atau motivasi. Perhatikan ilustrasi berikut :
1. Ani ingin menjadi dokter, maka setiap hari Ani selalu berusaha menyiapkan diri dengan seabik-baiknya mulai dari belajar, mengerjakan tugas-tugas, latihan soal, membuat catatan, diskusi/belajar kelompok, sampai berusaha memahami bagaimana seharusnya berkepribadian seorang dokter, disamping selalu berdoa dan rajin beribadah. Karena kerja kerasnya  itu maka Ani selalu mendapat peringkat terbaik disekolahnya. Keinginan yang kuat ANi dapat memotivasi dirinya dalam belajar.
2. Roni mempunyai kegemaran main gitar. Ia ingin sekali memiliki gitar, tetapi tabungannya belum cukup. Mengetahui hal tersebut orang tua ROni mengatakan bahwa kalau ingin dibelikan gitar, nanti kalau naik kelas dan nilainya dapat mencapai peringkat 5 besar. Mendengar kata-kata ayahnya, Roni menjadi tambah semangat belajarnya. Ia betul-betul belajar keras dan berdoa agar memenuhi harapan orang tuanya. Contoh diatas memberikan gambaran bahwa semangat belajar ROni timbul karena factor luar, yaitu ingin mendapat  gitar dan ingin memenuhi harapan orang tuanya.
3. Rudi adalah anak pertama dari tiga bersaudara, adiknya masih kecil-kecil, Rudi adalah harapan satu-satunya orang tuanya yang akan dapat membantu ekonomi keluarga. Tapi sayangnya Rudi
mempunayi pandangan yang berbeda dengan orang tuanya. Sebagai anak yang mulai berangkat remaja, ia ingin ‘gaul’ seperti teman-temannya. Dengan dalih kebebasan, ia tidak segan-segan membantah nasehat orang tuanya. Hampir setiap hari ia ‘nongkrong’ bersama teman-temannya, kadang-kadang sampai larut alam, sehingga paginya malas untuk masuk sekolah. Kalau sudah demikian itu ia terus bolos sekolah, juga tidak pulang ke rumah, melainkan jalan-jalan kebeberapa tempat hiburan. Suatu hari ditanya oleh guru pembingan kenapa tidak masuk sekolah, jawabnya sederhan yaitu ‘malas’ Memperhatikan cerita Rudi, timbul pertanyaan “kenapa Rudi malas?” Rudi malas karena pada dirinya ridak ada motivasi.
Mengapa tidak ada motivasi ?
 Jawabnya adalah karena Rudi : (a). TIdak mempunyai tujuan/cita-cita yang jelas dan kuat. (b). Tidak memahami keinginan orang tuanya (c). Tidak memahahi bahwa hidup itu penuhh kesulitan (d). Tidak memahami aturan dan tata tertiib sekolah (e). Tidak memahami diri (tugas dan kewajiban sendiri
Dari beberapa ilustrasi dapat diketuhi bahwa motivasi sangat diperlukan dalam mencapai suatu tujuan. Juga dapat diketahui bahwa motivasi ada yang berasal dari dalam diri dan ada yang berasal dari luar diri.
Adapun factor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengembangkan motivasi belajar adalah :
- Setiap usaha belajar perlu ditetapkan niat dan tujuan yang jelas - Merencanakan kegitan belajar sebaik-baiknya - Memahami setiap hambatan yang dihadapi dalam belajar. - Berdoa untuk keberhasilan - Selalu mawas diri dan mengembangkan kesadaran untuk lebih memahami diri. Semakin dalam pemahaman diri seseorang semakin besar semangata yang akan muncul. - Mau menerima masukan dari orang lain - Memahami norma-norma tentang belajar yang baik - Mempunyai rencana masa depan.

Motivasi harus selau ada dan dipelihara, agar senantiasa hidup menggelora didalam jiwa kita semuanya. Kalau kita kehilangan semangat, badan rasanya lemah, malas, tidak bergairah, tidak berdaya, bahkan merasa tidak berharga. Sungguh ini sangat merugikan. Jadi motivasi sangat diperlukan untuk keberhasilan seseorang dalam belajar adalah idaman setiap orang dalam berusaha. Agar kita memahami usaha-usaha apakah yang perlu diperhatikan, perhatikan hal-hal berikut ini :
A. Persyaratan akademis, meliputi : 1. Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2. Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar baik dirumah maupuan di sekolah 4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar 5. Kelengkapan catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR) dengan baik

B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi : 1. Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya - Menperhatikan pelajaran 2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra  kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3. Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut.
- Menjaga keberhasilan diri dan lingkungannya. - Buku-buku pelajaran diampul rapid an bersih - Membuang sampah ditempatnya. C. Faktor ‘X’ Untuk dapat naik kelas, selain memperhatikan persyaratan akademis dan budi pekerti masih ada hal lain yang menentukan yaitu factor ‘X’. Manusia hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan Yang Maha Esa jualah yang menentukan usaha kita berhasil atau tidak, itulah sebabnya dengan factor ‘X’. Oleh karena itu setelah kita memperhatikan semua usaha, sebaiknya kita selalu berdoa baik sebelum maupun sesudah belajar, dan setiap selesai sembahyang, agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa member petunjuk dan kemudahan kepada kita serta meridhoi semua yang telah kita lakukan.
 Soal! (7D,
1.       Persyaratan akademis, meliputi : 1. Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus 2. Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan 3. Konsentrasi belajar baik dirumah maupuan di sekolah 4. Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar 5. Kelengkapan catatan pelajaran 6. Mengerjakan tugas (PR) dengan baik

 B. Persyaratan Budi Pekerti, meliputi : 
1. Kelakuan : - Ketaatan terhadap tata tertib sekolah - Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah - Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya - Menperhatikan pelajaran 
2. Kerajinan - Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar - Kehadiran dalam kegiatan ekstra  kurikuler - Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar nasional maupun agama - Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera - Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru. - Kelengkapan dan kerajinan buku catatan 3. Kerapian/kebersihan - Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan - Memakai pakaian bersih dan rapi - Rambut di sisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut.


refrensi: Paramitra, materi Bimbingan dan Konseling 2013

Jumat, 15 November 2019

Sepuluh cara mengatsi SETRES sejak dini


SEPULUH CARA MENGATASI SETRES

Stres merupakan reaksi tubuh terhadapa stimulus (baik stimulus fisik, atau emosional), yang cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Kesal, uring-uringan, letih, dsb. Jika reaksi ini berlebih, bisa jadi kesehatan kita terganggu. Penyakit yang acapkali berhubungan erat dengan stress adalah penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau kanker. Supaya kita dapat mengatasi stress secara efektif, langkah pertama adalah menandai penyebab stress, apakah dari dalam diri kita atau dari lingkungan sekitar. Setelah itu, lakukan strategi untuk menanganinya, antara lain:
1. Bangun lebih pagi supaya kita dapat lebih menyiapkan diri sebelum memulai aktivitas kita.
2. Berbagi tugas dengan keluarga/teman akan sangat membantu.
3. Istirahat sejenak di sela-sela tugas/kesibukan aktivitas sehari-hari, meski hanya 10 menit. Ini berguna untuk “membersihkan” benak dan mengatur kembali nafas kita.
4. Sisihkan waktu untuk berolahraga.
5. Jangan melakukan sesuatu berlebihan di suatu kesempatan.
6. Jangan memasang target ntuk selalu sempurna. Ingat pepatah, tidak ada orang yang sempurna.
7. Belajarlah “to say.. NO!!!”. 8. Mulailah hidup teratur. Jangan biarkan hidup kita berantakan, di semua hal.
 9. Cobalah lakukan relaksasi, misalnya dengan mendengarkan music.
10. Jadilah seoran yang pemaaf. Jangan sedikit-sedikit naik darah.



Senin, 11 November 2019


JADI REMAJA TANPA MASALAH

Masa yang paling indah adalah masa remaja, Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja, Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja, Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.

Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
1.      Kecanggungan dalam pergaulan dan keLakuan dalam gerakan.
2.      Ketidak stabilan emosi.
3.      Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4.      Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5.      Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6.      Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7.      Senang bereksperimentasi.
8.      Senang bereksplorasi.
9.      Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10.  Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
 Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami remaja.
1)      Perkembangan Fisiologis  Pertumbuhan fisik akan berjalan dengan cepat sampai  15 tahun untuk perempuan dan 17 tahun untuk laki-laki. Perkembangan fisiologis manusia ditentukan oleh  pola  makan dan lingkungan.  Pertumbuhan fisiologi ( fungsi anggota tubuh ) a. Keseimbangan kelenjar-kelenjar dalam tubuh b.  Pertumbuhan anggota tubuh tertentu sebagai tAnda kematangan sex semakin sempurna c. Kesempurnaan antara tugas anggota tubuh dengan kejiwaan d.  waktu haid semakin teratur Hal-hal yang harus diperhatikan agar fisik remaja tumbuh secara optimal :
a.      Kegiatan olah raga dan jalan kaki b. Membiasakan gerak yang tepat c. Menghilangkan kebiasaan begadang, merokok, dan lain-lain d. Memperhatikan pola makan sehat yang mengandung 4 unsur gizi. e. Menanamkan kebiasan penting dalam pertumbuhan fisik : Pola makan, Pola berolah raga, Pola beristirahat dan tidur, Pola kerja, Pola belajar
2)      Perkembangan Sex Langkah-langkah produksi hormon : Langkah I : Pada awalnya kelenjar thripoid tersembunyi beberapa waktu sebelum manusia mencapai akil baligh. Tugas kelenjar ini adalah menghambat tugas organ reproduksi yang sudah ada semenjak manusia lahir. Langkah II : Dimulai dari otak yang dipengaruhi oleh hypothelamus yang mengeluarkan at yang mempengaruhi kelenjar yang berada di otak. Dari sini akan keluar gonodotropin yang akan mengaktifkan organ reproduksi wanita (ovarium) dan organ reproduksi laki-laki ( testis ). Langkah III : Dengan aktifnya kedua kelenjar ini maka dihasilkan hormon testosteron pada testis laki-laki serta hormon estrogen dan progesteron pada ovarium wanita. Hasrat sex / gejolak sex a. Menghayal / berfikir b. Rangsangan langsung, yaitu dengan jalan melihat, mendengar, menyentuh. c. Rangsangan-rangsangan pada bagian tubuh tertentu TAnda-tAnda kematangan sex pada usia dewasa muda : a. Berkurang / menahan diri dari onani b. Ketergantungan emosional dengan lawan jenis c. Sibuk dengan olah raga dan hiburan d. Munculnya hobi e. Pengarahan akhlak dan agama f. Takut memenuhi kebutuhan biologisnya dengan jalan tidak normal g. Sering mimpi basah
3)      Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh remaja agar dapat menjaga dirinya dengan baik : a.  Agama yang baik b.  Bergaul dengan orang-orang baik c.  Komitmen dengan aturan agama dalam bergaul dengan lawan jenis dan berpakaian. d.  Menghindari pergaulan bebas e.  Jangan berduaan f.  Pengawasan yang cerdas dari orang tua g.  Menjaga pAndangan dengan cara tidak melihat gambar atau film porno h. Puasa i. Menjauhkan hal-hal yang membangkitkan sahwat j.   Menggunakan waktu senggang untuk kegiatan yang bermanfaat k.  Menghindari aktifitas sendirian l.   Menjauhi orang-orang yang rusak

3. Perkembangan Emosi  Tanda-Tanda Kematangan Emosi : Seorang remaja akan mencapai kematangan emosi dengan ditAndai oleh hal-hal berikut : a. Realistis, berbuat sesuai dengan kondisi, mengetahui dan menafsirkan permasalahan tidak hanya dari satu sisi b. Mengetahui mana yang harus didahulukan , mana yang penting dan mana yang tidak  penting c. Mengetahui tujuan jangka panjang, diwujudkan dengan kemampuan mengendalikan kebutuhan demi untuk kepentingan yang lebih penting pada masa yang akan datang d. Menerima tanggung jawab serta menjaganya. Menunaikan tugas dengan teratur, bertindak optimis dalam melaksanakannya dan mampu hidup di bawah aturan-aturan tertentu e. Menerima kegagalan, bisa mensikapi kegagalan dan dewasa dalam menghadapi segala kemungkinan yang tidak menentu guna mencapai sebuah kesuksesan serta terus mencurahkan segala potensi guna mencapai tujuan f. Hubungan emosional seseorang tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri, tetapi mulai memberikan perhatiannya pada orang lain, pencarian yang serius tentang jati diri serta komunitas sebayanya g. Bertahap dalam memberikan reaksi ( mengendalikan emosi) yaitu mampu mengendalikan  diri serta kondisi kejiwaan sedang memuncak h. Kepekaan sosial dan perhatian terhadap nilai-nilai diwujudkan dengan kemampuan mengendalikan perangai disesuaikan dengan nilai dan kondisi sosial yang bisa diterima baik itu yang bersifat akhlaq, agama, adat
Hal-hal yang menghambat proses kematangan emosional : a. Terjadinya irisan antar jenjang - Masa remaja yang panjang yang mengambil masa kecil dan melampaui masa dewasa - Remaja yang bimbang antara masa anak-anak dan remaja - Remaja yang nampak padanya ciri-ciri kekanak-kanakan dan berusaha untuk bersikap      sebagaimana orang tua sebab : (a) Kebingungan pada orang tua bagaimana dia harus memperlakukannya, apakah diperlakukan  seperti anak-anak atau dewasa (b) Kebingungan dalam memahami jati dirinya, apakah dia masih anak atau sudah dewasa b. himpitan yang terlalu dini c. Kurang mendapat kasih sayang sejak kecil, akibatnya timbul perasaan takut gagal d. Kurang pengalaman e. Pergolakan dalam jiwa ( contoh : nilai/norma masyarakat>< kenyataan ) f. Alasan membela diri.
4.  Perkembangan Intelektual Pada jenjang ini perkembangan akal intelektual mencapai tingkatan konsolidasi dan kemapanan dengan mengambil bentuk sebagai berikut : a. Mulai berfikir tenang alternatif  Pada awal usia remaja belum berfikir tentang alternatif, remaja tidak mau berpikir ketika sudah mendapatkan satu solusi, tetapi sekarang dia sudah mampu menyimpan solusi yang pertama untuk mendapatkan solusi selanjutnya. b. Berfikir dengan teratur dengan berbagai kemungkinan Remaja akhir mulai mampu membandingkan berbagai tawaran solusi dan mampu memilih mana yang paling tepat. c.  Produktivitas, rasa ingin tahunya semakin besar d. Pengambilan keputusan ( pertimbangan dalam mengambil keputusan)     - Mulai memilih imbalan yang diberikan     - Menjatuhkan pilihan pada salah satu dari berbagai macam imbalan     - Percaya diri ketika melakukan suatu hal     - Kemandirian dalam berfikir      5. Perkembangan Kematangan Sosial Bentuk awal pertumbuhan sosial a. Sikap yang terkendali : Adanya kecenderungan pada lawan jenis lain, kemantapan dan percaya diri, ketundukan pada kelompok yang sejenis, pAndangan yang positif terhadap kelompok masyarakat, Semakin luasnya wilayah interaksi positif dengan masyarakat b. Sikap yang sulit dikendalikan : Sikap sulit diatur, Merendahkan, Fanatisme, Saling bersaing Bentuk-bentuk kematangan sosial  Rasa percaya diri  Nampaknya pemikiran-pemikiran pribadi yang matang, sesuai dengan nilai-nilai dan norma  Tambahnya perhatian pada lingkungan sosialnya dan mulai meninggalkan pemikiran egois dan mementingkan diri sendiri  Bertambahnya pemahaman terhadap diri dan orang lain dengan cara yang lebih bijak  Tumbuhnya kecenderungan untuk memimpin. Pemimpin di sini dalam artian yang memiliki sifat-sifat pribadi yang mulia  Mulai memikirkan contoh atau panutan  Mulai mengikuti tugas-tugas kemasyarakatan baik yang bersifat politik maupun sosial .
6. Perkembangan Akhlak Religius atau Agama  Kematangan agama Dengan dibekali berbagai pengalaman dalam jenjang usia sebelumnya, akan terbentuk dalam pribadi seseorang pemahaman tentang benar dan salah, tentang hak dan batil, dan antara yang utama dan tercela, namun sikap yang lunak terhadap berbagai perangai yang tidak bermoral akan membuat remaja menjadi bingung dalam menentukan sikap. Sebab-sebab kekeliruan tingkah laku remaja :  Keinginan untuk mencoba  Sisa gejolak remaja, seperti usaha untuk menarik perhatian  Memaksa orang lain untuk mengakui keberadaannya Penyimpangan moral yang dilakukan oleh remaja akan berakibat :  Perasaan tidak tenang  Merasa bersalah  Tidak mengakui keberadaan dan peran dirinya yang berakibat putus asa dan semakin bertambahnya penyimpangan akhlak.
7. Perkembangan Kejiwaan (Kepribadian) Permasalahan terpenting yang menyibukkan kalangan remaja dalam usis dewasa dini adalah menentukan jati diri yang sangat erat hubungannya dengan jiwa atau kepribadian. Permasalahan pokok kepribadian : menentukan jati diri dan menentukan keberpihakan Perjalanan mencari jati diri Dalam perjalanan manusia dalam rangka mencari jati dirinya, ada beberapa jalan yang ditempuh, barang siapa yang berjalan pada jalan yang benar, dia akan mendapatkan jati dirinya secara baik dan sebaliknya. Diantara jalan itu adalah :
1). Indoktrinasi Bentuknya akan sangat terlihat dalam berbagai perkumpulan pemuda dan kelompok diskusi. Melalui media ini, jati diri akan dituangkan melalui beberapa  jargon dan lambang, ceramah, pengawasan, dan evaluasi. 2). Bertahap Yang berakibat dalam bentuk usaha positif dalam rangka penentuan jati diri dengan didukung kondisi yang cocok. Hal ini akan memberikan kepercayaan yang kuat terhadap diri sendiri disertai dengan kemandirian, inovatif dan cara berpikir yang teratur. 3). Berbaur Tidak adanya batasan tertentu tentang jati diri, hidup dalam lingkungan yang terbuka dengan berbagai macam jati diri manusia.

Beberapa Prototipe Remaja Ada dua macam remaja :  Remaja yang menghendaki perubahan dalam masyarakatnya, dia akan berusaha dengan segala fasilitas yang ada.  Remaja yang menolak masyarakatnya atau menarik diri darinya atau sekaligus dua-duanya. Pola Prototipe Remaja dilihat dari tingkat kepekaan dan perhatiannya :
1. Remaja Apatis Yatu mereka yang mewakili kepekaan yang paling tinggi dan tingkat perhatian yang paling rendah dengan ciri :  Meliputi di dalamnya remaja yang tidak peduli dengan apa yang terjadi pada masyarakat mulai dari perkara politik sampai sosial kemasyarakatan.  Mereka bisa menerima keadaan pada saat ini, memiliki pegangan nilai yang sama dengan apa yang dipegang orang tua mereka  Perhatian dan aktifitas mereka terpusat pada urusan pekerjaan, kesuksesan, pernikahan, keluarga dan kemapanan ekonomi.
2. Remaja Positif Dia adalah remaja yang bercirikan memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan tingkat perhatian yang tinggi pula, ciri remaja tipe ini :  Termasuk di dalamnya jenis remaja yang bisa menerima keadaan sosial kemasyarakatannya, politik yang hidup dalam masyarakat.  Mereka terlibat secara insentif dalam mempertahankan nilai tersebut. Bisa dikatakan memiliki sifat yang menjaga.  Remaja disini memiliki perbedaan dengan yang lainnya dalam keaktifannya, respon positif dalam kegiatan politik, organisasi yang teratur dan bekerja dalam koridor hukum dan syariat agama guna melanggengkan warisan nilai-nilai luhur dalam masyarakat. a) Kemerdekaan pribadi dan kebebasan seseorang merupakan hal yang penting, khususnya pada remaja jenis ini. Meskipun ada beberapa pembatasan dalam upaya menuju proses kemerdekaan dan kebebasan ini. b) Remaja tipe ini cenderung memiliki ketundukan pada pemimpin c) Mereka lebih mampu menekan gejolak dalam diri dan perasaan gelisah dibanding dengan remaja-remaja tipe lainnya d) Remaja tipe ini menamakan dirinya sebagai remaja yang mandiri, jauh dari sikap setengah-setengah, percaya dengan dirinya dan tidak mengekor pada orang lain e) Perhatian remaja pada tipe ini pada kepribadian yang utuh lebih dikedepankan dari perhatiannya pada hubungan antar personal yang berganti-ganti f) Perhatian remaja tipe ini terhadap nilai-nilai kemanusiaan agak kurang  bila dibandingkan dengan remaja tipe lainnya
3. Remaja Disaffiliate (merasa tersisihkan dan terasing) Remaja tipe ini mewakili tipe remaja yang memiliki kepekaan dan perhatian yang rendah yang bercirikan :  Menolak nilai-nilai dalam masyarakatnya dan berbagai institusi yang hidup di dalamnya  Mereka membangun untuk diri mereka sendiri sebuah nilai yang berbeda  Terkadang mereka membangun sebuah komunitas sendiri yang menjadi sarana untuk mengekspresikan diri mereka. Remaja ini terbagi dalam dua jenis : a) Tipe remaja yang menarik diri/disaffiliate, diwakili dengan kelompok hippies yang muncul pada tahun enampuluhan. Mereka memilih untuk menarik diri dari nilai dan norma yang hidup dalam lingkungannya b) Tipe remaja yang menyimpang/delinquents. Mereka adalah remaja yang mnentang dan memusuhi segala norma yang ada dalam masyarakatnya, bukan dengan maksud untuk mengubahnya akan tetapi sekedar untuk memenuhi tuntutan kemauan mereka. Meraka biasanya menggunakan kekerasan guna mencapai keinginan mereka. 4. Remaja Aktif  Mereka adalah tipe remaja yang memiliki kepedulian paling tinggi dan juga memiliki penolakan yang paling tinggi pula. Ada dua kelompok remaja dalam tipe ini : Pertama, remaja yang memperhatikan permasalahan yang berkembang dalam masyarakat. Kedua, remaja yang menolak masyarakatnya atau lingkungannya.
Seorang remaja akan mencapai awal kedewasaan ketika remaja tersebut mampu untuk melampaui  kriteria :
1. Harus memiliki fisik yang kuat
2. Harus memiliki akhlak yang terpuji
3. Harus berwawasan luas
4. Mampu mencari nafkah
5. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya
6. Mengatur segala urusan
7. Bermanfaat bagi orang lain
8. Benar dalam ibadahnya
9. Berusaha mengendalikan hawa nafsu











Refrensi:  Kumpulan Materi Bimbingan dan Konseling, Paramitra 2013.

Kamis, 07 November 2019



MERENCANAKAN KARIR DI MASA DEPAN

A.  Pengertian Pentingnya Perencanaan Karir
Merencanakan atau perencanaan merupakan suatu kegiatan yang di rancang baik skema untuk mengetahui baik,buruk, manfaat serta untuk mencapai tujuan.
Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek  terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. 
Pengertian Karir
Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. Kata pekerjaan (work, job, employment) menunjuk pada setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, sedangkan kata karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup, yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang, serta mewarnai seluruh gaya hidupnya. Pada dasarnya yang dimaksud dengan karir adalah suatu pilihan profesi atau pekerjaan yang menjadi tujuan bagi seorang individu. Karir juga dapat diartikan sebagai perkembangan dari perjalanan kehidupan kerja seseorang yang digeluti secara serius dan ditingkatkan semaksimal mungkin.
Karir tertiggi (puncak karir) tidak dapat dicapai secara instant, melainkan harus dengan perencanaan matang. Cara yang paling efektif untuk meniti karir adalah dengan menggali bakat atau potensi sedini mungkin. Masa remaja merupakan saat yang paling tepat untuk meniti karir yakni dengan mengenal bakat dan minat yang dimilikinya. Sehingga nantinya seseorang tersebut tidak hanya akan berhasil meniti karir tersebut dengan sempurna, melainkan juga menggapainya dengan optimal.
Apakah perencanaan karir itu?
Perencanaan karir adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara terarah dan terfokus demga berdasar pada potensi (minat, bakat, keyakinan, nilai-nilai) yang kita miliki untuk mendapatkan sumber penghasilan yang memungkinkan kita untuk maju dan berkembang baik secara kualitas (hidup) maupun kuantitas (kesejahteraan). Sesunguhnya dalam perencanaan karir ini yang ditekankan bukan hanya pada pekerjaan apa yang nantinya kita peroleh, tetapi pada persiapanpersiapan yang kita lakukan. Salah satun persiapan yang sangat penting adalah memilih pendidikan dan keterampilan yang akan dikembangkan. Misalnya kalau saat ini kita berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) maka kita nantinya harus bisa menentukan kira-kira jurusan apa yang akan dipilih IPS, Bahasa, atau IPA.
Oleh karena itu poin-poin penting dalam Perencanaan meliputi sebagai berikut: 
1)      Menyadarkan diri sendiri terhadap peluang-peluang, kendala-kendala, pilihan-pilihan, dan konsekuensi yang akan dihadapi.
2)      Mengidentifikasi tujuan-tujuan hidup terutama yang berkaitan dengan karir,
3)      Penyusunan program pendidikan, keterampilan dan pengalamanpengalaman yang bersifat pengembangan dalam meraih tujuan karir.
B. Langkah-Langkah Dalam Merencanakan Karir
1.      Mengembangkan rencana karir. Pikirkanlah mengenai apa yang akan kita lakukan dan langkah-langkah strategis apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan.
2.      Tinjaulah bakat atau kemampuan serta minat yang kita miliki. Pikirkan secara serius dan mendalam hal-hal yang kita sukai, mampu kita kerjakan dengan baik, serta nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya.
3.      Cobalah mencari tahu jenis-jenis karir atau pekerjaan yang mendekati dengan diri kita, yaitu sesuai bakat serta minat yang kita miliki, latar belakang pendidikan, kondisi kerja serta lingkungan yang kita harapkan, serta hal-hal lain yang akan memberikan kejelasan arah dan fokus karir/pekerjaan kita.
4.      Selanjutnya, bandingkanlah keterampilan dan minat yang kita miliki dengan jenis karir atau pekerjaan yang akan kita pilih. Jadi karir atau pekerjaan yang paling sesuai dan dekat dengan diri kita sangat mungkin menjadi karir atau pekerjaan kita di masa depan.
5.      Kembangkanlah tujuan karir/ pekerjaan yang kita pilih. Hal ini akan menjadi panduan yang sangat penting bagi kita untuk menyusun langkah-langkah strategis selanjutnya.
6.      Ikutilah pendidikan atau pelatihan yang mendekatkan kita dengan tujuan karir atau pekerjaan yang telah kita buat.
7.      Hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah masalah keuangan. Kita mungkin akan berfikir mengenai sumber-sumber dan besarnya uang yang kita butuhkan untuk mewujudkan karir kita.
8.      Cobalah minta nasehat dari beberapa sumber yang anda yakini dapat membantu anda memberikan penjelasan dan arahan megenai karir/pekerjaan pilihan anda.


C. Rumus Dalam Memilih Karir
Richard leider, seorang konsultan karir dari Amerika Serikat, memiliki rumus moderen yang dapat mengkalkulasikan bagaimana kita dapat mewujudkan rencana karir di masa depan degan eektif dan gemilang. Rumus yang dimilikinya adalah sebagai berikut.
Karier = T + 2P + E + V
T  : Talent / Bakat
2P  : Passion dan Purpose
E  : Environment
V  : Vision
T  yang berarti talent atau bakat.
Untuk mengetahui arah karir dan profesi yang cocok untuk kita jalani dimasa depan, cobalah mendeteksi apa saja kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. 
( 2P yaitu Passion dan Purpose, atau keinginan dan tujuan )
Maksudnya, dalam memilih sebuah karir, diperlukan adanya gairah atau keinginan yang kuat untuk menggapai karir tersebut dengan maksimal. Selain itu, dibutuhkan pula tujuan dan arah yang jelas, agar pencapaian karir dimasa depan tidak salah arah. Kedua elemen ini membutuhkan kerja keras dan pengenalan diri yang mendalam agar tujuan karir yang akan dicapai dapat diarahkan dengan benar.
E atau Environment (lingkungan). 
Masa remaja merupakan fase dimana kita sangat membutuhkan lingkungan sekitar untuk dapat mengembangkan kepribadian dan emosi. Lingkungan sekitar kita dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, atau tempat bermain. Dalam lingkungan sekitar, seseorang dapat mengasah bakat dan minatnya sedemikian rupa sehingga dapat menggapai karir yang direncanakan. Lingkungan sekitar menjadi tempat belajar dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, pilihlah selalu lingkungan yang positif, sehingga kita tidak akan terjerumus kedalam hal-hal yang justru akan dapat menghambat karir kita dimasa depan.
V atau Vision yang berarti pandangan (visi). 
Leider melihat bahwa dengan menerapkan pola visioning atau memandang jauh ke masa depan, kita akan dapat mengetahui bentuk-bentuk karir yang akan dicapai. Untuk menciptakan sebuah visi yang baik, langkah pertama adalah menggali potensi diri dan membuat perencanaan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut untuk meraih karir yang dicita-citakan.




Refrensi: Kumpulan Lengkap Materi Bimbingan dan Konseling, PARAMITRA Publising 2013.